GRAFIK PERGERAKAN HARGA DINAR

Rabu, 14 Juli 2010

Kembalinya Emas Secara Diam-Diam Kedalam System Keuangan Global...PDFPrintE-mail
Oleh Muhaimin Iqbal

Meskipun secara formal system keuangan global yang dikomandoi IMF masih melarang penggunaan emas dalam salah satu Article of Agreement-nya yang mengikat pada seluruh anggota IMF, namun rupanya secara diam-diam emas telah kembali masuk kedalam system keuangan global yang dikelola oleh IMF sendiri. Tepatnya melalui jalur Bank for International Settlement (BIS), yaitu ‘bank’-nya bank-bank sentral dunia yang bermarkas di Basel – Switzerland.

Adalah laporan BIS tutup tahun buku 31/03/2010 yang di publikasikan akhir bulan lalu (28/06/2010) yang pertama kalinya mengungkap masalah tersebut. Meskipun ngumpet dalam catatan keterangan laporan keuangannya seperti yang saya copy-kan dari laporan tahunan BIS 2010 dibawah (laporan detailnya dapat Anda download sendiri dari situs resmi BIS dengan klik disini) , realita ini mengundang berbagai pertanyaan besar dan spekulasi serius tentang masa depan system keuangan global.

Gold Swap in BIS

Gold Swap in BIS

Dibagian yang saya beri tanda diatas, disitu dijelaskan bahwa the Bank (maksudnya BIS) memegang 346 ton emas tahun buku terakhir ini (yang tahun sebelumnya masih Nol !) terkait dengan operasi Gold Swap – dimana bank menukar currencies dengan emas fisik. Pertanyaan besarnya adalah emas siapa ini ?. Harian ekonomi terkemuka the Wall Street Journal misalnya memberitahu analis Kitco – bahwa Gold Swap tersebut dilakukan antara BIS dengan bank swasta.

Justru tambah mencurigakan karena dari data yang dimiliki Kitco (pemain emas yang database-nya paling menjadi referensi dunia) tidak ada satu bank swasta-pun di dunia yang didalam kekayaannya memiliki asset emas secara fisik senilai 346 Ton tersebut (dengan harga emas sekarang kurang lebih senilai US$ 13.5 Milyar !). Jumlah ini juga setara kurang lebih 4.7 kali cadangan emas yang dimiliki bank sentral Indonesia.

Walhasil besar kemungkinan bahwa emas tersebut adalah milik suatu negara atau beberapa negara yang mengalami kesulitan keuangan serius sepanjang tahun buku 2009/2010. Kita tahu yang mengalami kesulitan keuangan pada periode tersebut dengan berbagai tingkatannya antara lain adalah Yunani, Portugal, Irlandia, Spanyol, Italy, Inggris dan bahkan Amerika – maka boleh jadi emas di kantong BIS tersebut berasal dari salah satu atau beberapa negara tersebut.

Lantas mengapa yang di swap bukan antar beberapa currency seperti pada umumnya, tetapi kali ini suatu currency dengan emas ?. Disinilah proses kembalinya emas dalam system keuangan global itu mulai; ketika satu atau beberapa currency – alat tukar sesaat – dari suatu negara atau beberapa negara tidak lagi bisa dipercayai – maka apa yang bisa disetor oleh negara tersebut untuk ditukar dengan currency negara lain yang masih bisa dipercayai ?, emas-lah jawabannya yang paling mudah , paling praktis dan paling bisa dipercaya.

Karena hal ini sudah terjadi pada tingkat BIS secara diam-diam; maka besar kemungkinan ini akan juga bisa terjadi pada system keuangan ditingkat bawahnya (dalam suatu negara) dan seterusnya.

Lantas mengapa pula hal-hal tersebut seolah dilakukan dengan cara sembunyi-sembunyi di jaman yang serba transparan ini ?. Bisa dibayangkan memang betapa dasyat-nya dampak dari tidak dipercayai-nya currency suatu negara – bagi ekonomi negara tersebut – bila hal ini dilakukan secara terang-terangan. Mata uang negara-negara tersebut bisa langsung jatuh seperti yang kita alami tahun 1997/1998 atau bahkan lebih buruk lagi.

Jadi memang tidak terlalu penting bagi kita untuk tahu siapa yang mata uangnya tidak lagi dipercayai oleh BIS tersebut diatas - sehingga harus menyetorkan emasnya untuk ditukarcurrency lain yang dibutuhkan, namun yang jelas kini kita telah mendapatkan lagi satu tambahan bukti – bahwa mata uang yang sesungguhnya, yang paling bisa dipercayai ketika yang lain tidak bisa dipercayai adalah mata uang yang berupa emas ini. Wa Allahu A’lam.


Pilihan Investasi : Saham Atau Emas...?PDFPrintE-mail
Oleh Muhaimin Iqbal

Ini adalah salah satu pertanyaan yang sangat sering sampai ke saya, yaitu pembaca yang menanyakan pilihan investasi antara bermain saham atau investasi emas. Jawaban saya adalah tergantung dengan tujuan investasi Anda; bila Anda suka yang bergejolak jangka pendek – bisa untung besar tetapi juga rugi besar – barangkali saham pilihannya. Tetapi bila Anda menghendaki pertumbuhan nilai asset jangka panjang – emas-lah jawabannya.

Biasanya pertanyaan berikutnya adalah, lho emas kan sama juga bergejolak – bisa untung besar dan rugi besar juga kan...?. Disinilah bedanya !, untuk jangka pendek emas memang bergejolak sama dengan saham, tetapi trend jangka panjangnya jelas keatas. Sebaliknya saham, dia bergejolak di tempat tanpa diiringi oleh trend jangka panjang keatas.

Untuk menjelaskan hal ini saya tampilkan data 10 tahun terakhir dari pasar internasional , karena harga emas kita maupun harga saham di Indonesia juga sangat dipengaruhi oleh pasar dunia. Data emas saya ambilkan dari Kitco, sedangkan untuk representasi data saham saya ambilkan dari Index yang paling terkenal di dunia yaitu Dow Jones Industrial Average (DJIA). Hasilnya saya sajikan pada grafik dibawah.

Gold vs DJIA

Gold vs DJIA

Perhatikan gejolak saham selama sepuluh tahun terakhir, dia bergejolak sangat significant. Pernah mencapai angka 13,930 bulan October 2007 dan turun tinggal 7,062 pada bulan Februari 2009 – nyaris tinggal separuh dari angka tertingginya. Bila ditarik garis dari Januari 2000 (10,940) , angka rata-rata bulanan DJIA saat ini masih turun sekitar 8 %, yaitu pada angka 10,138.

Artinya apa angka-angka ini ?, bila Anda invest saham di pasar saham internasional sejak Januari tahun 2000, dan Anda pertahankan sampai sekarang – secara rata-rata kurang lebih asset Anda tersebut tidak mengalami pertumbuhan dan bahkan mengalami sedikit penurunan.

Lantas bagaimana dengan emas; well untuk jangka pendek sama bergejolak-nya. Tetapitrend kenaikan jangka panjangnya sangat jelas. Bila Anda investasi emas januari 2000, bareng dengan investasi saham Anda tersebut diatas. Yang disaham nilainya kurang lebih sama atau bahkan turun sedangkan yang di emas nilainya naik lebih dari empat kalinya; dari rata-rata bulanan di kisaran US$ 284/oz (Januari 2000) ke angka US$ 1,204 (rata-rata bulanan saat ini – Juli 2010).

Lebih jelas lagi adalah apa yang disebut Dow Gold Ratio (DGR) yang saya sajikan dengan menggunakan basis data yang sama dengan grafik diatas. Bila pada Januari 2000 angka DGR berada pada kisaran 38 , saat ini angka tersebut tinggal di kisaran 8.45. Artinya seandainya 1 gram emas tahun 2000 mendapatkan 1 lembar saham PT. XYZ yang merupakan perusahaan rata-rata di tingkat dunia ; maka 1 gram emas yang sama saat ini dapat untuk membeli kurang lebih 4.5 lembar saham perusahaan tersebut pada harganya saat ini.

Dow Gold Ratio

Dow Gold Ratio

Beda analis tentu bisa sangat beda pendapatnya mengenai pilihan investasi ini; tetapi data yang reliable dari sumber yang terpercaya – insyallah akan lebih memudahkan Anda dalam menentukan pilihan investasi Anda !. Meskipun pilihan antara dua investasi tersebut diatas jelas , ada pilihan investasi lain yang bisa jadi lebih baik lagi - seperti sektor riil yang Anda kelola langsung dengan baik - bukan hanya untung, insyaallah juga lebih barakah !. Wa Allahu A'lam.

Kamis, 15 April 2010

PDFPrintE-mail

PERKIRAAN HARGA EMAS VERSI NATIONAL INFLATION ASSOCIATION (NIA)...
Written by Muhaimin Iqbal
Gold Price Trend in US$, GBP and EUR

The National Inflation Association (NIA) adalah organisasi yang didedikasikan untuk mempersiapkan warga Amerika dalam menghadapi hyperinflasi. Targetnya bukan hanya mampu bertahan (survive) tetapi sedapat mungkin juga tetap makmur ketika hyperinflasi terjadi.

Kekhawatiran akan segera terjadinya hyperinflasi di Amerika ini bukannya tanpa alasan mengingat saat ini Amerika terlibat dalam hutang yang nilainya tidak kurang dari US$ 12 trilyun; disamping memiliki kewajiban yang tidak ada dananya (unfunded liability) sebesar US$ 55 trilyun.

Dengan commitment bailout US$ 11.8 trilyun dan sudah direalisir US$ 3.6 trilyun; maka para pendiri NIA ini yakin Amerika akan segera bangkrut. Hyperinflasi sudah di depan mata karena Federal Reserve hanya memiliki satu cara untuk membiayai deficit yang ada yaitu mencetak uang dariawang-awang.

Ada tiga pilihan investasi yang menurut NIA harus dilakukan oleh warga negara Amerika untuk selamat dan bahkan tetap makmur meskipun hyperinflasi melanda. Ketiga investasi ini meliputi segala sesuatu yang terkait dengan emas, perak dan pertanian dalam arti luas (termasuk perikanan, peternakan, kehutanan dlsb).

Pola pemikiran alternative investasi masa depan selain emas/perak yaitu investasi sektor pertanian dalam arti luas tersebut banyak kemiripannya dengan yang juga kami tengah coba dalam berbagai project seperti project Planet Jamurdan project Susu Kambing.

Kekawatiran NIA akan terjadinya hyperinflasi ini sebenarnya juga nampak jelas bila kita melihat harga emas dalam dasawarsa terakhir. Lihat trendnya yang cenderung exponential, khususnya sejak pertengahan dasawarsa ini. Ternyata kecenderungan hyperinflasi ini tidak hanya terhadap US$ saja, tetapi juga terhadap Euro dan Poundsterling seperti grafik diatas.

Bila US$, Euro dan Poundsterling mengalami kecenderungan hyperinflasi yang sama; maka kecil kemungkinan mata uang lainnya akan bebas dari risiko hyperinflasi yang sama.

Lantas apa kaitannya potensi hiperinflasi ini dengan harga emas ?. Menurut NIA, harga emas yang ada sekarang terlalu rendah dibandingkan dengan harga yang seharusnya. Menurut mereka ini saat inipun harga emas sudah seharusnya well above US$ 2,000/Oz.

Percaya ?, well kita lihat saja nanti bersamaan dengan berlalunya waktu. Wa Allahu A’lam.

PDFPrintE-mail
CARA AWAM MEMAHAMI TREND HARGA EMAS ...
Written by Muhaimin Iqbal
Cara Awam

Dalam tulisan saya akhir pekan lalu telah saya ungkapkan berbagai pendekatan teoritis untuk menduga harga emas kedepan yang ternyata tidak ada satupun yang akurat . Bisa kita lihat hasilnya dari pendekatan teoritis yang satu dengan yang lain perbedaannya bisa sangat besar.

Lantas apakah dengan demikian kita tidak bisa menduga kedepannya bakal seperti apa harga emas ini ? secara garis besar bisa, namun tidak akan akurat ( nggak masalah, lha wong dugaan para ahli-pun ternyata tidak akurat juga). Dan bagi yang tidak menggunakan harga emas sebagai ajang spekulasi, dugaan secara garis besar ini sudah memadai untuk perencanaan keuangan kita dalam jangka panjang.

Salah satu pendekatan ‘awam’ tersebut saya sajikan dalam grafik disamping yang datanya saya ambil dari harga emas di pasar penutupan London. Saya ambil harga terendah dan tertinggi setiap bulan sejak Januari 2000.

Logika awamnya begini; meskipun berbagai pihak berusaha mempengaruhi harga emas dunia – harga emas di pasar internasional masih merupakan cerminan mekanisme pasar yang efektif. Mekanisme pembentukan harga di pasar mengikuti hukum penawaran dan permintaan atau supply and demand.

Seperti ayunan bandul jam – yang ujung satu sejajar dengan ujung lainnya. Demikian pula ayunan harga emas di pasar. Bila kita ambil dari titik A (suatu titik terendah bulanan), kemudian kita tarik garis yang menuju titik terendah lainnya. Maka Ayunan titik-titik tertinggi berikutnya seharusnya sejajar dengan titik-titik terendah – perhatikan dua garis garis biru sejajar yang dimulai dari titik A dan B.

Demikian pula garis sejajar berikutnya berwarna merah antara titik-titik terendah dan tertinggi yang dilalui garis merah C dan D. Bila harga-harga emas lebih tinggi dari garis-garis sejajar titik tertinggi tersebut, maka harga emas sudah terlalu tinggi dan pasti akan terkoreksi balik – persis seperti bandul jam yang mengayun tinggi, pasti ketarik grafitasi bumi untuk kembali ke arah normalnya. Yang mendorong turunnya harga emas ketika melampui rentang harga yang seharusnya adalah mekanisme supply and demand tersebut diatas.

Kita bisa lihat periode antara Desember 2007 – Maret 2008; saat itu harga emas melewati garis sejajar tertinggi-nya ; yang kemudian terkoreksi sampai November 2008. Demikian pula ketika bulan Desember 2009 lalu, harga emas melaju melewati garis sejajar tertinggi – segera saja terkoreksi sampai kini.

Pagi ini harga emas berada pada kisaran harga US$ 1,148/Oz ; masih berada pada angka yang wajar untuk saat ini; artinya bisa saja masih naik lagi atau juga turun – keduanya memungkinkan.

Dugaan kasar semacam ini ada gunanya kah ?; tidak akan bermanfaat kalau tujuan kita untuk spekulasi jangka pendek. Namun kalau kita perhatikan trend yang ditunjukkan oleh dua garis sejajar biru dan merah tersebut; kita bisa lihat bahwa yang sedang terjadi adalah adanya higher highs dan higher lows selama sepuluh tahun terakhir – menujukkan emas berada pada trend yang menaik.

Karena trend jangka panjang semacam ini tidak mudah serta merta berbalik arah; maka besar kemungkinannya harga emas masih akan cenderung menaik beberapa tahun kedepan – meskipun kita tidak tahu persis sampai berapa nantinya. Wa Allahu A’lam.

Senin, 22 Februari 2010

PDFPrintE-mail
ELLIOT WAVE THEORY DAN HARGA EMAS DUNIA...
Written by Muhaimin Iqbal
Elliot Wave Theory

Beberapa kali saya menulis tentang teori yang berkembang di pasar modal yang juga berlaku di pasar emas dalam skala global. Diantara yang pernah saya tulis tersebut adalah tentang Deret Fibonacci ; analisa Moving Average, Trend Polynomial dan lain sebagainya.

Meskipun tidak ada yang bisa menjamin kebenaran teori manusia untuk memprediksi masa depan tersebut, paling tidak analisa-analisa yang menggunakan data statistik ini dapat menambah wacana kita untuk lebih memahami apa yang terjadi di masa lalu, yang terjadi sekarang, dan menduga apa yang sekiranya mungkin terjadi berikutnya.

Ada satu lagi teori yang juga banyak digunakan untuk memahami perilaku pasar ini yaitu yang disebut Elliot Wave Theory. Teori yang dikembangkan oleh seorang accountant Ralph Nelson Elliot (1871-1948) ini mendasarkan pada asumsi bahwa manusia secara bersama-sama memiliki perilaku yang rhythmical , maka keputusan-keputusannya dalam berinvestasi dlsb; juga pada umumnya bersifat ritmis.

Psikologi investor secara kolektif (crowd psychology) bergerak dari optimisme ke pesimisme secara berulang membentuk pola tertentu seperti dalam grafik diatas. Pada saat pasar sedang bullish (berkecenderungan naik), gerakan naik ini didorong oleh gelombang motive yaitu gelombang no 1, 3 dan 5 dalam gambar. Dalam perjalanan naik ini dari waktu ke waktu ada koreksi seperti yang ditunjukkan oleh gelombang corrective 2 dan 4. Satu gelombangmotive terdiri dari 5 sub gelombang, dan satu gelombang corrective terdiri dari 3 sub gelombang.

Pada saat pasar Bearish (berkecenderungan turun), sebaliknya terjadi – gelombang penurunan menurut Elliot akan secara simetris mengikuti pola yang berkebalikan dengan kenaikannya membentuk segitiga sama kaki (di grafik perhatikan rangkaian gelombang 2-3-4-5-A-B-C).

Elliot Wave Theory

Untuk contoh penerapan Elliot Wave Theory pada harga emas saat ini, saya tidak perlu membuatnya sendiri karena di internet sudah ada yang membuatnya yaitu antara lain Nadeem Walayat dari www.walayatstreet.com atauwww.marketoracle.co.uk . yang analisa grafisnya saya sajikan disamping.

Berdasarkan analisa si Walayat ini, saat ini harga emas sedang berada pada gelombang corrective 4 dimana harga emas bisa turun sampai kisaran US$ 1,050/oz. karena gelombang corrective terdiri dari setidaknya 5 sub gelombang- maka bisa saja terjadi beberapa kali koreksi yang berujung pada kisaran angka tersebut diatas. Maka bila saat artikel ini saya tulis harga emas dunia berada pada angka US$ 1,118.50 – jangan terkejut bila dalam waktu tidak terlalu lama bisa saja harga emas kembali turun ke kisaran US$ 1,050/Oz.

Meskipun demikian, karena gelombang utamanya sedang berada di gelombang corrective 4; sangat mungkin juga dalam waktu tahun ini juga harga emas akan kembali bergerak keatas mengikuti gelombang motive 5. Karakter puncak gelombang motive ini selalu melebihi puncak gelombang motive sebelumnya. Maka bila puncak gelombangmotive 3 berada pada angka US$ 1,226.30 yang terjadi awal Desember tahun lalu, puncak gelombang motive 5 menurut Walayat akan mencapai US$ 1,333/Oz yang bisa terjadi sebelum akhir tahun ini.

Setelah mencapai puncak gelombang motive 5 – kemudian menurut teori Elliot Wave ini harga emas akan berbalik arah menjadi bearish market yang memiliki kaki-kaki simetris dengan kenaikannya. Jadi kalau mengikuti teorinya si Elliot ini harga emas akan berkecenderungan turun tahun depan (2011), benarkah ini yang akan terjadi ?.

Sekali lagi tidak ada yang bisa memprediksi masa depan secara akurat; Teori Elliot Wave mungkin ada benarnya, namun juga ada cacatnya. Cacat di teori Elliot Wave ini tidak pernah saya jumpai di ulas di buku-buku yang biasanya menjadi rujukan para analis.

Cacat tersebut adalah cacat sejarah, yaitu ketika teori tersebut diperkenalkan melalui buku The Wave Principle (1938) dan juga revisi komplitnya pada Nature’s Laws – The Secret of Universe (1946) – rezim uang saat itu masih menggunakan emas sebagai back-upnya. Artinya Teori Elliot Wave mempunyai kemungkinan benar lebih besar bila uang yang dipakai dipasar memiliki daya beli relatif tetap.

Sebaliknya ketika nilai uang terus mengalami penurunan karena seluruh uang kertas dunia saat ini tidak lagi memiliki daya beli tetap, maka kaki-kaki bearish A, B, C tidak akan mudah terjadi dan bila toh terjadi tidak akan pernah sama panjang dengan kaki-kaki bullish 1,2 dan 3. Apa makna dari ini semua pada harga emas tahun ini atau tahun depan ?. Saya masih berpegang dengan teori saya sendiri, yaitu dalam jangka pendek harga emas bisa turun – tetapi kecenderungan jangka panjangnya akan lebih berpeluang naik ketimbang turun. Bukan karena emas semakin mahal sesungguhnya, melainkan karena daya beli uang kertas yang digunakan untuk membelinya yang akan terus menurun. Wa Allahu A’lam.

PDFPrintE-mail
EMAS/DINAR DIANTARA UANG KERTAS YANG PERKASA DAN YANG LUNGLAI...
Written by Muhaimin Iqbal
One Year Gold

Meskipun hari-hari ini harga emas fisik di pasaran Indonesia di kisaran Rp 345 ribu/gram tidak bisa dibilang murah, sesungguhnya relatif terhadap harga emas dunia – kita lagi beruntung, harga emas dalam Rupiah lagi murah-murahnya bila dibandingkan dengan harga emas setahun yang lalu.

Bila dalam setahun terakhir harga emas dunia dalam US$ mengalami kenaikan sekitar 19 % dan dalam Euro mengalami kenaikan sekitar 11 %; Dengan uang Rupiah kita yang lagi perkasa – harga emas atau Dinar dalam Rupiah turun 9 %.

Kinerja Rupiah yang tidak biasa, yang keperkasaannya melebihi mata uang-mata uang kuat dunia ini di satu sisi menggembirakan karena tidak hanya kita bisa membeli emas atau Dinar dengan relatif murah; tetapi juga inflasi terhadap barang-barang impor yang mau nggak mau masih kita perlukan menjadi rendah. Saat ini adalah kesempatan yang baik bagi Anda yang mau ganti komputer misalnya, karena komputer juga lagi murah…dlsb.

Di sisi lain kita juga perlu waspada karena bila situasi ini berlangsung dalam waktu yang lama, belum tentu menguntungkan negeri ini. Konsumsi barang impor akan meningkat sedangkan ekspor akan kurang dapat bersaing.

Hal lain yang juga perlu diwaspadai adalah ketika Rupiah kembali ke jalurnya semula, yang cenderung berkinerja lebih lemah dari mata uang kuat lainnya di dunia – ada kemungkinan harga emas dalam Rupiah akan melonjak.

Ten Years Gold

Perhatikan misalnya grafik disamping; dalam 10 tahun terakhir harga emas dalam Rupiah naik sekitar 406%, sementara dalam US$ hanya naik 294% dan dalam Euro hanya naik 190%. Artinya kinerja Rupiah setahun terakhir yang lebih kuat dari US$ dan Euro, lagi tidak sejalan dengan kinerja jangka panjangnya yang cenderung lebih lemah dari kedua mata uang kuat tersebut.

Ketika Anda berenang melawan arus, maka Anda akan lebih cepat capek karena tenaga Anda terkuras. Demikianlah yang nampaknya terjadi dengan Rupiah setahun terakhir, mudah-mudahan saja dia tidak cepat capek dan berbalik arah – meskipun kita tetap harus waspadai arus balik ini. Wa Allahu A’lam.


PDFPrintE-mail

EMAS DIANTARA YANG PESIMIS DAN OPTIMIS ...
Written by Muhaimin Iqbal
Kenaikan Harga Emas/Dinar

Hari-hari ini bila Anda rajin mengikuti perkembangan harga emas dunia akan melihat trend tahunan yang tidak biasa. Dalam Rupiah harga emas saat ini lebih rendah sekitar 8.5% dibandingkan dengan harga emas setahun lalu – lihat grafik disamping; sebaliknya bila Anda sempat lihat harga emas dunia di Kitco.com – dalam US$ harga emas dunia pagi ini masih 15% lebih tinggi dari harga setahun lalu.

Jadi pertanyaannya adalah apakah harga emas saat ini lagi rendah atau lagi tinggi ?, akan naik atau akan turun ?. Tidak mudah menjawabnya dan bahkan para analis pasar emas dunia-pun berbeda pendapat dalam hal ini. Dalam kaitan harga emas kedepan, saya pisahkan pendapat para analis ini dalam dua holongan – yaitu yang pesimis dan yang optimis (terhadap harga emas).

Yang pesimis pada umumnya melihat emas sebagai komoditi biasa yang harganya naik dan turun sesuai dengansupply dan demand; mereka berpendapat bahwa harga emas dunia saat ini sudah ketinggian dan akan berkecenderungan turun. Bukti yang mereka gunakan adalah kecenderungan menurunnya harga emas yang terjadi dalam dua bulan terakhir.

Setelah sempat mencapai angka diatas US$ 1,200/Oz ; saat ini emas hanya diperdagangkan dikisaran US$ 1,093/Oz. Penyebabnya antara lain adalah economic recovery di Amerika Serikat sebagaimana ditunjukkan oleh pertumbuhan GDP negeri itu Kwartal ke IV 2009 yang mencapai angka yang fantastis 5.7%.

Pada saat ekonomi baik, orang meninggalkan emas sebagai aset penyimpan nilai modal (capital preservation asset) dan menginvestasikannya kedalam bentuk investasi yang berpotensi memberikan hasil lebih. Maka sejalan dengan proses economic recovery di Amerika yang bisa berlangsung sampai 2012; maka kelompok yang pesimis ini-pun memperkirakan bahwa harga emas akan cenderung turun sampai tahun 2012 – yang saat itu diperkirakannya harga emas hanya akan berada dikisaran US$ 750/Oz.

Kelompok yang optimis melihat data yang sama justru dari sudut pandang yang sebaliknya. Recovery saat ini lebih banyak didorong oleh serangkaian bailout yang berarti pencetakan uang kertas lebih dari biasanya. Supply uang kertas yang dipaksakan ini pada akhirnya akan mengancurkan daya beli uang kertas itu sendiri. Bila daya beli uang kertas jatuh, maka semua barang akan melonjak nilainya – dan tentu saja juga harga emas.

Salah satu pendukung teori ini adalah Marc Faber seperti yang diungkap di www.commodityonline.com dua hari lalu. Fund Manager kondang yang berasal dari Swiss ini dalam forum resmi Russia’s Troika Dialog pekan lalu menyatakan “Saya yakin bahwa pemerintahan Amerika akan bangkrut, mungkin tidak besuk, tetapi sebelum ini terjadi mereka akan mencetak uang sangat banyak – dan Anda akan menghadapi inflasi yang sangat tinggi”.

Karena langkah yang dilakukan oleh Amerika dalam aksi bailout ini juga dilakukan oleh negara-negara lain seperti Inggris dan negara-negara Eropa Barat lainnya; maka praktis ini akan melanda dunia finansial secara keseluruhan. Langkah apa yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi ini ?; Marc Faber merumuskannya dengan sederhana : “satu hal yang tidak akan pernah saya lakukan adalah menjual emas saya”.

Lantas seberapa tinggi harga emas akan naik menurut golongan yang optimis ini ?; perkiraan mereka beberapa kali saya kutip di situs ini, antara lain tanggal 20 November 2009 dengan judul Exchange Rate Chaos. Menurut kelompok ini harga emas akan mencapai US$ 2,000 dalam waktu yang tidak terlalu lama dan tidak dengan susah payah.

Lantas bagaimana saya sendiri berpendapat ?; saya cenderung kependapat yang kedua. Meskipun pada saat yang bersamaan saya selalu mengingatkan bahwa dalam jangka pendek harga emas akan terus bergejolak. Bahkan kepada para agen Dinar-pun; setiap membekali mereka saya selalu katakan untuk transaparan dan fair memberikan gambaran prospek Dinar ini ke para nasabahnya. Memang kita optimis Dinar akan berkecenderungan naik dalam jangka panjang; tetapi jalannya akan bergelombang seperti grafik-grafik bulanan, tahunan dan sepuluh tahunan yang ada di situs ini. Jadi dalam jangka pendek harga Dinar tidak hanya bisa naik, bisa juga turun. Wa Allahu A’lam.

Kamis, 28 Januari 2010

PDFPrintE-mail
HARGA EMAS DUNIA: BAD NEWS DAN GOOD NEWS...
Written by Muhaimin Iqbal
Moving Average

Tulisan saya tanggal 25 Januari 2010 lalu memperkenalkan konsep Moving Average atau rata-rata bergerak untuk mengetahui posisi ‘jam 6’, pada ayunan bandul jam yang memvisualisasikan pergerakan harga emas sebagai hasil mekanisme pasar.

Melengkapi tulisan sebelumnya tersebut, kali ini saya gunakan data yang lebih lama yaitu 11 tahun sejak Januari 2000 untuk harga emas dunia dalam US$/Oz. Data ini saya kumpulkan dari kitco.com karena data yang saya kumpulkan sendiri baru mulai September 2007.

Hasilnya saya sajikan dalam grafik disamping yang menunjukkan pergerakan harga bulanan dan rata-rata bergerak tahunannya. Kita bisa melihat grafik tersebut dari dua sisi, tergantung apakah kita lebih suka kabar baik , kabar buruk atau keduanya. Untuk lengkapnya saya sajikan saja keduanya sebagai berikut.

Kabar buruknya adalah harga emas yang beberapa minggu terakhir cenderung turun; masih mungkin terus turun sampai posisi di sekitar ‘jam 6’ dari pergerakan harga emas atau bahkan melewatinya. Posisi ‘jam 6’ dari perhitungan rata-rata bergerak tahunan selama 11 tahun terakhir saat ini berada pada kisaran angka US$ 975/Oz.

Karena per pagi ini harga emas dunia berada pada US$ 1098/Oz; maka bila gerakan turun harga emas dunia ini berlanjut, angka yang berpeluang untuk dicapai dalam waktu dekat adalah dikisaran US$ 975/Oz atau berpeluang turun sampai sekitar 11% dari posisi sekarang.

Karena saya termasuk orang yang cenderung optimis, maka dari satu kabar buruk ini – ada tiga kabar baik yang saya juga ingin sampaikan.

Kabar baik pertama adalah namanya bandul jam, tidak selamanya dia berayun ke satu arah. Setelah melewati posisi terendah di ‘jam 6’ dia akan berbalik arah; ini fitrah grafitasi bumi yang juga fitrahnya mekanisme pasar.

Kabar baik kedua, trend posisi ‘jam 6’ yang dihasilkan dari perhitungan rata-rata bergerak tahunan – ternyata bergerak naik dari waktu ke waktu – setidaknya ini yang terjadi 11 tahun terakhir. Pergerakan yang ini, bukan karena mekanisme pasar tetapi karena rusaknya daya beli uang kertas terhadap emas.

Ringkasnya adalah dalam jangka pendek harga emas bergerak naik turun disebabkan oleh dorongan mekanisme pasar; tetapi dalam jangka panjang nampak dari statistik bahwa harga emas yang dinilai dengan mata uang kertas cenderung terus naik – bukan oleh mekanisme pasar lagi tetapi oleh penurunan nilai uang yang digunakan untuk membeli emas tersebut.

Jadi kabar baik ketiganya adalah, Anda yang ingin mengamankan masa depan biaya sekolah anak-anak; biaya kesehatan hari tua, biaya hidup masa pensiun dlsb – Anda insyallah akan menemukan waktu-waktu yang baik untuk membeli emas atau Dinar dalam hari-hari atau minggu-minggu kedepan – mumpung bandul jam bergerak ke posisi ‘jam 6’. Wallahu A’lam.

PDFPrintE-mail
KEARAH MANA HARGA EMAS AKAN DIDORONG OLEH PASAR...?
Written by Muhaimin Iqbal
DMA Graph

Seperti bandul jam dinding yang berayun beraturan di sekitar posisi jam 6 karena grafitasi bumi– jam 6 adalah titik terendah dalam lingkaran jam; demikian pula mekanisme pasar membentuk harga. Untuk pasar emas saya pernah menjelaskan hal ini dalam tulisan saya tanggal 31 Juli tahun lalu dengan judul Kemana Harga Emas Akan Berayun.

Tulisan kali ini menyempurnakan tulisan sebelumnya tersebut dengan fokus pada upaya memahami dimana titik ‘jam 6’ tersebut pada pasar emas. Untuk ini saya gunakan harga emas rata-rata harian untuk 180 hari atau 6 bulan dan rata-rata harian untuk 360 hari atau setahun. Dalam istilah teknis disebut Daily Moving Average (DMA), jadi ada dua DMA yang kita gunakan 180 DMA dan 360 DMA.

Dasar pemikirannya adalah harga emas akan bergerak naik turun disekitar angka rata-rata-nya. Bila terlalu tinggi akan tertarik kebawah mendekati harga rata-rata oleh supply dari aksi jual masyarakat, dan sebaliknya bila terlalu rendah akan tertarik keatas oleh kenaikan demand dari aksi beli masyarakat.

Dari data harga emas di pasar Indonesia yang dikumpulkan oleh GeraiDinar sejak pertengahan September 2007, kita bisa sajikan pergerakan harga ini lengkap dengan grafik 180 DMA dan 360 DMA-nya seperti diatas. Lantas bagaimana kita membaca grafik tersebut ?.

Pada posisi penutupan pekan lalu, harga jual emas di emas24.com maupun geraidinar.com adalah berada pada angka Rp 339,196/gram; sedangkan angka DMA pada tanggal penutupan tersebut masing-masing berada pada Rp 332,091/gram (180DMA) dan Rp 330,068/gram (360DMA).

Jadi seperti bandul jam saja, harga emas sekarang masing lebih tinggi dari DMA-nya atau masih mungkin berayun kebawah kearah Rp 332 ribu, Rp 330 ribu atau bahkan lebih rendah dari itu – sebelum akhirnya terayun balik keatas.

Bagi investor jangka panjang, ayunan ini tidak perlu menjadi pikiran karena DMA untuk jangka panjang (360 DMA) cenderung lurus keatas. Artinya semakin panjang fokus investasi kita, semakin jelas arah hasilnya – yaitu positif keatas.

Sebaliknya untuk jangka pendek – 6 bulan atau kurang misalnya; arah gerakan harga ini masih naik turun seperti yang ditunjukkan oleh grafik 180 DMA tersebt. Itulah sebabnya saya tidak pernah menganjurkan Anda untuk berspekulasi dengan harga emas jangka pendek. Wa Allahu A’lam.