| PERKIRAAN HARGA EMAS VERSI NATIONAL INFLATION ASSOCIATION (NIA)... Written by Muhaimin Iqbal |
The National Inflation Association (NIA) adalah organisasi yang didedikasikan untuk mempersiapkan warga Amerika dalam menghadapi hyperinflasi. Targetnya bukan hanya mampu bertahan (survive) tetapi sedapat mungkin juga tetap makmur ketika hyperinflasi terjadi.
Kekhawatiran akan segera terjadinya hyperinflasi di Amerika ini bukannya tanpa alasan mengingat saat ini Amerika terlibat dalam hutang yang nilainya tidak kurang dari US$ 12 trilyun; disamping memiliki kewajiban yang tidak ada dananya (unfunded liability) sebesar US$ 55 trilyun.
Dengan commitment bailout US$ 11.8 trilyun dan sudah direalisir US$ 3.6 trilyun; maka para pendiri NIA ini yakin Amerika akan segera bangkrut. Hyperinflasi sudah di depan mata karena Federal Reserve hanya memiliki satu cara untuk membiayai deficit yang ada yaitu mencetak uang dariawang-awang.
Ada tiga pilihan investasi yang menurut NIA harus dilakukan oleh warga negara Amerika untuk selamat dan bahkan tetap makmur meskipun hyperinflasi melanda. Ketiga investasi ini meliputi segala sesuatu yang terkait dengan emas, perak dan pertanian dalam arti luas (termasuk perikanan, peternakan, kehutanan dlsb).
Pola pemikiran alternative investasi masa depan selain emas/perak yaitu investasi sektor pertanian dalam arti luas tersebut banyak kemiripannya dengan yang juga kami tengah coba dalam berbagai project seperti project Planet Jamurdan project Susu Kambing.
Kekawatiran NIA akan terjadinya hyperinflasi ini sebenarnya juga nampak jelas bila kita melihat harga emas dalam dasawarsa terakhir. Lihat trendnya yang cenderung exponential, khususnya sejak pertengahan dasawarsa ini. Ternyata kecenderungan hyperinflasi ini tidak hanya terhadap US$ saja, tetapi juga terhadap Euro dan Poundsterling seperti grafik diatas.
Bila US$, Euro dan Poundsterling mengalami kecenderungan hyperinflasi yang sama; maka kecil kemungkinan mata uang lainnya akan bebas dari risiko hyperinflasi yang sama.
Lantas apa kaitannya potensi hiperinflasi ini dengan harga emas ?. Menurut NIA, harga emas yang ada sekarang terlalu rendah dibandingkan dengan harga yang seharusnya. Menurut mereka ini saat inipun harga emas sudah seharusnya well above US$ 2,000/Oz.
Percaya ?, well kita lihat saja nanti bersamaan dengan berlalunya waktu. Wa Allahu A’lam. |
GRAFIK PERGERAKAN HARGA DINAR
Kamis, 15 April 2010
| CARA AWAM MEMAHAMI TREND HARGA EMAS ... Written by Muhaimin Iqbal |
Dalam tulisan saya akhir pekan lalu telah saya ungkapkan berbagai pendekatan teoritis untuk menduga harga emas kedepan yang ternyata tidak ada satupun yang akurat . Bisa kita lihat hasilnya dari pendekatan teoritis yang satu dengan yang lain perbedaannya bisa sangat besar.
Lantas apakah dengan demikian kita tidak bisa menduga kedepannya bakal seperti apa harga emas ini ? secara garis besar bisa, namun tidak akan akurat ( nggak masalah, lha wong dugaan para ahli-pun ternyata tidak akurat juga). Dan bagi yang tidak menggunakan harga emas sebagai ajang spekulasi, dugaan secara garis besar ini sudah memadai untuk perencanaan keuangan kita dalam jangka panjang.
Salah satu pendekatan ‘awam’ tersebut saya sajikan dalam grafik disamping yang datanya saya ambil dari harga emas di pasar penutupan London. Saya ambil harga terendah dan tertinggi setiap bulan sejak Januari 2000.
Logika awamnya begini; meskipun berbagai pihak berusaha mempengaruhi harga emas dunia – harga emas di pasar internasional masih merupakan cerminan mekanisme pasar yang efektif. Mekanisme pembentukan harga di pasar mengikuti hukum penawaran dan permintaan atau supply and demand.
Seperti ayunan bandul jam – yang ujung satu sejajar dengan ujung lainnya. Demikian pula ayunan harga emas di pasar. Bila kita ambil dari titik A (suatu titik terendah bulanan), kemudian kita tarik garis yang menuju titik terendah lainnya. Maka Ayunan titik-titik tertinggi berikutnya seharusnya sejajar dengan titik-titik terendah – perhatikan dua garis garis biru sejajar yang dimulai dari titik A dan B.
Demikian pula garis sejajar berikutnya berwarna merah antara titik-titik terendah dan tertinggi yang dilalui garis merah C dan D. Bila harga-harga emas lebih tinggi dari garis-garis sejajar titik tertinggi tersebut, maka harga emas sudah terlalu tinggi dan pasti akan terkoreksi balik – persis seperti bandul jam yang mengayun tinggi, pasti ketarik grafitasi bumi untuk kembali ke arah normalnya. Yang mendorong turunnya harga emas ketika melampui rentang harga yang seharusnya adalah mekanisme supply and demand tersebut diatas.
Kita bisa lihat periode antara Desember 2007 – Maret 2008; saat itu harga emas melewati garis sejajar tertinggi-nya ; yang kemudian terkoreksi sampai November 2008. Demikian pula ketika bulan Desember 2009 lalu, harga emas melaju melewati garis sejajar tertinggi – segera saja terkoreksi sampai kini.
Pagi ini harga emas berada pada kisaran harga US$ 1,148/Oz ; masih berada pada angka yang wajar untuk saat ini; artinya bisa saja masih naik lagi atau juga turun – keduanya memungkinkan.
Dugaan kasar semacam ini ada gunanya kah ?; tidak akan bermanfaat kalau tujuan kita untuk spekulasi jangka pendek. Namun kalau kita perhatikan trend yang ditunjukkan oleh dua garis sejajar biru dan merah tersebut; kita bisa lihat bahwa yang sedang terjadi adalah adanya higher highs dan higher lows selama sepuluh tahun terakhir – menujukkan emas berada pada trend yang menaik.
Karena trend jangka panjang semacam ini tidak mudah serta merta berbalik arah; maka besar kemungkinannya harga emas masih akan cenderung menaik beberapa tahun kedepan – meskipun kita tidak tahu persis sampai berapa nantinya. Wa Allahu A’lam. |
Senin, 22 Februari 2010
| ELLIOT WAVE THEORY DAN HARGA EMAS DUNIA... Written by Muhaimin Iqbal |
Beberapa kali saya menulis tentang teori yang berkembang di pasar modal yang juga berlaku di pasar emas dalam skala global. Diantara yang pernah saya tulis tersebut adalah tentang Deret Fibonacci ; analisa Moving Average, Trend Polynomial dan lain sebagainya.
Meskipun tidak ada yang bisa menjamin kebenaran teori manusia untuk memprediksi masa depan tersebut, paling tidak analisa-analisa yang menggunakan data statistik ini dapat menambah wacana kita untuk lebih memahami apa yang terjadi di masa lalu, yang terjadi sekarang, dan menduga apa yang sekiranya mungkin terjadi berikutnya.
Ada satu lagi teori yang juga banyak digunakan untuk memahami perilaku pasar ini yaitu yang disebut Elliot Wave Theory. Teori yang dikembangkan oleh seorang accountant Ralph Nelson Elliot (1871-1948) ini mendasarkan pada asumsi bahwa manusia secara bersama-sama memiliki perilaku yang rhythmical , maka keputusan-keputusannya dalam berinvestasi dlsb; juga pada umumnya bersifat ritmis.
Psikologi investor secara kolektif (crowd psychology) bergerak dari optimisme ke pesimisme secara berulang membentuk pola tertentu seperti dalam grafik diatas. Pada saat pasar sedang bullish (berkecenderungan naik), gerakan naik ini didorong oleh gelombang motive yaitu gelombang no 1, 3 dan 5 dalam gambar. Dalam perjalanan naik ini dari waktu ke waktu ada koreksi seperti yang ditunjukkan oleh gelombang corrective 2 dan 4. Satu gelombangmotive terdiri dari 5 sub gelombang, dan satu gelombang corrective terdiri dari 3 sub gelombang.
Pada saat pasar Bearish (berkecenderungan turun), sebaliknya terjadi – gelombang penurunan menurut Elliot akan secara simetris mengikuti pola yang berkebalikan dengan kenaikannya membentuk segitiga sama kaki (di grafik perhatikan rangkaian gelombang 2-3-4-5-A-B-C).
Untuk contoh penerapan Elliot Wave Theory pada harga emas saat ini, saya tidak perlu membuatnya sendiri karena di internet sudah ada yang membuatnya yaitu antara lain Nadeem Walayat dari www.walayatstreet.com atauwww.marketoracle.co.uk . yang analisa grafisnya saya sajikan disamping.
Berdasarkan analisa si Walayat ini, saat ini harga emas sedang berada pada gelombang corrective 4 dimana harga emas bisa turun sampai kisaran US$ 1,050/oz. karena gelombang corrective terdiri dari setidaknya 5 sub gelombang- maka bisa saja terjadi beberapa kali koreksi yang berujung pada kisaran angka tersebut diatas. Maka bila saat artikel ini saya tulis harga emas dunia berada pada angka US$ 1,118.50 – jangan terkejut bila dalam waktu tidak terlalu lama bisa saja harga emas kembali turun ke kisaran US$ 1,050/Oz.
Meskipun demikian, karena gelombang utamanya sedang berada di gelombang corrective 4; sangat mungkin juga dalam waktu tahun ini juga harga emas akan kembali bergerak keatas mengikuti gelombang motive 5. Karakter puncak gelombang motive ini selalu melebihi puncak gelombang motive sebelumnya. Maka bila puncak gelombangmotive 3 berada pada angka US$ 1,226.30 yang terjadi awal Desember tahun lalu, puncak gelombang motive 5 menurut Walayat akan mencapai US$ 1,333/Oz yang bisa terjadi sebelum akhir tahun ini.
Setelah mencapai puncak gelombang motive 5 – kemudian menurut teori Elliot Wave ini harga emas akan berbalik arah menjadi bearish market yang memiliki kaki-kaki simetris dengan kenaikannya. Jadi kalau mengikuti teorinya si Elliot ini harga emas akan berkecenderungan turun tahun depan (2011), benarkah ini yang akan terjadi ?.
Sekali lagi tidak ada yang bisa memprediksi masa depan secara akurat; Teori Elliot Wave mungkin ada benarnya, namun juga ada cacatnya. Cacat di teori Elliot Wave ini tidak pernah saya jumpai di ulas di buku-buku yang biasanya menjadi rujukan para analis.
Cacat tersebut adalah cacat sejarah, yaitu ketika teori tersebut diperkenalkan melalui buku The Wave Principle (1938) dan juga revisi komplitnya pada Nature’s Laws – The Secret of Universe (1946) – rezim uang saat itu masih menggunakan emas sebagai back-upnya. Artinya Teori Elliot Wave mempunyai kemungkinan benar lebih besar bila uang yang dipakai dipasar memiliki daya beli relatif tetap.
Sebaliknya ketika nilai uang terus mengalami penurunan karena seluruh uang kertas dunia saat ini tidak lagi memiliki daya beli tetap, maka kaki-kaki bearish A, B, C tidak akan mudah terjadi dan bila toh terjadi tidak akan pernah sama panjang dengan kaki-kaki bullish 1,2 dan 3. Apa makna dari ini semua pada harga emas tahun ini atau tahun depan ?. Saya masih berpegang dengan teori saya sendiri, yaitu dalam jangka pendek harga emas bisa turun – tetapi kecenderungan jangka panjangnya akan lebih berpeluang naik ketimbang turun. Bukan karena emas semakin mahal sesungguhnya, melainkan karena daya beli uang kertas yang digunakan untuk membelinya yang akan terus menurun. Wa Allahu A’lam. |
| EMAS/DINAR DIANTARA UANG KERTAS YANG PERKASA DAN YANG LUNGLAI... Written by Muhaimin Iqbal |
Meskipun hari-hari ini harga emas fisik di pasaran Indonesia di kisaran Rp 345 ribu/gram tidak bisa dibilang murah, sesungguhnya relatif terhadap harga emas dunia – kita lagi beruntung, harga emas dalam Rupiah lagi murah-murahnya bila dibandingkan dengan harga emas setahun yang lalu.
Bila dalam setahun terakhir harga emas dunia dalam US$ mengalami kenaikan sekitar 19 % dan dalam Euro mengalami kenaikan sekitar 11 %; Dengan uang Rupiah kita yang lagi perkasa – harga emas atau Dinar dalam Rupiah turun 9 %.
Kinerja Rupiah yang tidak biasa, yang keperkasaannya melebihi mata uang-mata uang kuat dunia ini di satu sisi menggembirakan karena tidak hanya kita bisa membeli emas atau Dinar dengan relatif murah; tetapi juga inflasi terhadap barang-barang impor yang mau nggak mau masih kita perlukan menjadi rendah. Saat ini adalah kesempatan yang baik bagi Anda yang mau ganti komputer misalnya, karena komputer juga lagi murah…dlsb.
Di sisi lain kita juga perlu waspada karena bila situasi ini berlangsung dalam waktu yang lama, belum tentu menguntungkan negeri ini. Konsumsi barang impor akan meningkat sedangkan ekspor akan kurang dapat bersaing.
Hal lain yang juga perlu diwaspadai adalah ketika Rupiah kembali ke jalurnya semula, yang cenderung berkinerja lebih lemah dari mata uang kuat lainnya di dunia – ada kemungkinan harga emas dalam Rupiah akan melonjak.
Perhatikan misalnya grafik disamping; dalam 10 tahun terakhir harga emas dalam Rupiah naik sekitar 406%, sementara dalam US$ hanya naik 294% dan dalam Euro hanya naik 190%. Artinya kinerja Rupiah setahun terakhir yang lebih kuat dari US$ dan Euro, lagi tidak sejalan dengan kinerja jangka panjangnya yang cenderung lebih lemah dari kedua mata uang kuat tersebut.
Ketika Anda berenang melawan arus, maka Anda akan lebih cepat capek karena tenaga Anda terkuras. Demikianlah yang nampaknya terjadi dengan Rupiah setahun terakhir, mudah-mudahan saja dia tidak cepat capek dan berbalik arah – meskipun kita tetap harus waspadai arus balik ini. Wa Allahu A’lam. |
| EMAS DIANTARA YANG PESIMIS DAN OPTIMIS ... Written by Muhaimin Iqbal |
Hari-hari ini bila Anda rajin mengikuti perkembangan harga emas dunia akan melihat trend tahunan yang tidak biasa. Dalam Rupiah harga emas saat ini lebih rendah sekitar 8.5% dibandingkan dengan harga emas setahun lalu – lihat grafik disamping; sebaliknya bila Anda sempat lihat harga emas dunia di Kitco.com – dalam US$ harga emas dunia pagi ini masih 15% lebih tinggi dari harga setahun lalu.
Jadi pertanyaannya adalah apakah harga emas saat ini lagi rendah atau lagi tinggi ?, akan naik atau akan turun ?. Tidak mudah menjawabnya dan bahkan para analis pasar emas dunia-pun berbeda pendapat dalam hal ini. Dalam kaitan harga emas kedepan, saya pisahkan pendapat para analis ini dalam dua holongan – yaitu yang pesimis dan yang optimis (terhadap harga emas).
Yang pesimis pada umumnya melihat emas sebagai komoditi biasa yang harganya naik dan turun sesuai dengansupply dan demand; mereka berpendapat bahwa harga emas dunia saat ini sudah ketinggian dan akan berkecenderungan turun. Bukti yang mereka gunakan adalah kecenderungan menurunnya harga emas yang terjadi dalam dua bulan terakhir.
Setelah sempat mencapai angka diatas US$ 1,200/Oz ; saat ini emas hanya diperdagangkan dikisaran US$ 1,093/Oz. Penyebabnya antara lain adalah economic recovery di Amerika Serikat sebagaimana ditunjukkan oleh pertumbuhan GDP negeri itu Kwartal ke IV 2009 yang mencapai angka yang fantastis 5.7%.
Pada saat ekonomi baik, orang meninggalkan emas sebagai aset penyimpan nilai modal (capital preservation asset) dan menginvestasikannya kedalam bentuk investasi yang berpotensi memberikan hasil lebih. Maka sejalan dengan proses economic recovery di Amerika yang bisa berlangsung sampai 2012; maka kelompok yang pesimis ini-pun memperkirakan bahwa harga emas akan cenderung turun sampai tahun 2012 – yang saat itu diperkirakannya harga emas hanya akan berada dikisaran US$ 750/Oz.
Kelompok yang optimis melihat data yang sama justru dari sudut pandang yang sebaliknya. Recovery saat ini lebih banyak didorong oleh serangkaian bailout yang berarti pencetakan uang kertas lebih dari biasanya. Supply uang kertas yang dipaksakan ini pada akhirnya akan mengancurkan daya beli uang kertas itu sendiri. Bila daya beli uang kertas jatuh, maka semua barang akan melonjak nilainya – dan tentu saja juga harga emas.
Salah satu pendukung teori ini adalah Marc Faber seperti yang diungkap di www.commodityonline.com dua hari lalu. Fund Manager kondang yang berasal dari Swiss ini dalam forum resmi Russia’s Troika Dialog pekan lalu menyatakan “Saya yakin bahwa pemerintahan Amerika akan bangkrut, mungkin tidak besuk, tetapi sebelum ini terjadi mereka akan mencetak uang sangat banyak – dan Anda akan menghadapi inflasi yang sangat tinggi”.
Karena langkah yang dilakukan oleh Amerika dalam aksi bailout ini juga dilakukan oleh negara-negara lain seperti Inggris dan negara-negara Eropa Barat lainnya; maka praktis ini akan melanda dunia finansial secara keseluruhan. Langkah apa yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi ini ?; Marc Faber merumuskannya dengan sederhana : “satu hal yang tidak akan pernah saya lakukan adalah menjual emas saya”.
Lantas seberapa tinggi harga emas akan naik menurut golongan yang optimis ini ?; perkiraan mereka beberapa kali saya kutip di situs ini, antara lain tanggal 20 November 2009 dengan judul Exchange Rate Chaos. Menurut kelompok ini harga emas akan mencapai US$ 2,000 dalam waktu yang tidak terlalu lama dan tidak dengan susah payah.
Lantas bagaimana saya sendiri berpendapat ?; saya cenderung kependapat yang kedua. Meskipun pada saat yang bersamaan saya selalu mengingatkan bahwa dalam jangka pendek harga emas akan terus bergejolak. Bahkan kepada para agen Dinar-pun; setiap membekali mereka saya selalu katakan untuk transaparan dan fair memberikan gambaran prospek Dinar ini ke para nasabahnya. Memang kita optimis Dinar akan berkecenderungan naik dalam jangka panjang; tetapi jalannya akan bergelombang seperti grafik-grafik bulanan, tahunan dan sepuluh tahunan yang ada di situs ini. Jadi dalam jangka pendek harga Dinar tidak hanya bisa naik, bisa juga turun. Wa Allahu A’lam. |
Kamis, 28 Januari 2010
| HARGA EMAS DUNIA: BAD NEWS DAN GOOD NEWS... Written by Muhaimin Iqbal |
Tulisan saya tanggal 25 Januari 2010 lalu memperkenalkan konsep Moving Average atau rata-rata bergerak untuk mengetahui posisi ‘jam 6’, pada ayunan bandul jam yang memvisualisasikan pergerakan harga emas sebagai hasil mekanisme pasar.
Melengkapi tulisan sebelumnya tersebut, kali ini saya gunakan data yang lebih lama yaitu 11 tahun sejak Januari 2000 untuk harga emas dunia dalam US$/Oz. Data ini saya kumpulkan dari kitco.com karena data yang saya kumpulkan sendiri baru mulai September 2007.
Hasilnya saya sajikan dalam grafik disamping yang menunjukkan pergerakan harga bulanan dan rata-rata bergerak tahunannya. Kita bisa melihat grafik tersebut dari dua sisi, tergantung apakah kita lebih suka kabar baik , kabar buruk atau keduanya. Untuk lengkapnya saya sajikan saja keduanya sebagai berikut.
Kabar buruknya adalah harga emas yang beberapa minggu terakhir cenderung turun; masih mungkin terus turun sampai posisi di sekitar ‘jam 6’ dari pergerakan harga emas atau bahkan melewatinya. Posisi ‘jam 6’ dari perhitungan rata-rata bergerak tahunan selama 11 tahun terakhir saat ini berada pada kisaran angka US$ 975/Oz.
Karena per pagi ini harga emas dunia berada pada US$ 1098/Oz; maka bila gerakan turun harga emas dunia ini berlanjut, angka yang berpeluang untuk dicapai dalam waktu dekat adalah dikisaran US$ 975/Oz atau berpeluang turun sampai sekitar 11% dari posisi sekarang.
Karena saya termasuk orang yang cenderung optimis, maka dari satu kabar buruk ini – ada tiga kabar baik yang saya juga ingin sampaikan.
Kabar baik pertama adalah namanya bandul jam, tidak selamanya dia berayun ke satu arah. Setelah melewati posisi terendah di ‘jam 6’ dia akan berbalik arah; ini fitrah grafitasi bumi yang juga fitrahnya mekanisme pasar.
Kabar baik kedua, trend posisi ‘jam 6’ yang dihasilkan dari perhitungan rata-rata bergerak tahunan – ternyata bergerak naik dari waktu ke waktu – setidaknya ini yang terjadi 11 tahun terakhir. Pergerakan yang ini, bukan karena mekanisme pasar tetapi karena rusaknya daya beli uang kertas terhadap emas.
Ringkasnya adalah dalam jangka pendek harga emas bergerak naik turun disebabkan oleh dorongan mekanisme pasar; tetapi dalam jangka panjang nampak dari statistik bahwa harga emas yang dinilai dengan mata uang kertas cenderung terus naik – bukan oleh mekanisme pasar lagi tetapi oleh penurunan nilai uang yang digunakan untuk membeli emas tersebut.
Jadi kabar baik ketiganya adalah, Anda yang ingin mengamankan masa depan biaya sekolah anak-anak; biaya kesehatan hari tua, biaya hidup masa pensiun dlsb – Anda insyallah akan menemukan waktu-waktu yang baik untuk membeli emas atau Dinar dalam hari-hari atau minggu-minggu kedepan – mumpung bandul jam bergerak ke posisi ‘jam 6’. Wallahu A’lam. |
| KEARAH MANA HARGA EMAS AKAN DIDORONG OLEH PASAR...? Written by Muhaimin Iqbal |
Seperti bandul jam dinding yang berayun beraturan di sekitar posisi jam 6 karena grafitasi bumi– jam 6 adalah titik terendah dalam lingkaran jam; demikian pula mekanisme pasar membentuk harga. Untuk pasar emas saya pernah menjelaskan hal ini dalam tulisan saya tanggal 31 Juli tahun lalu dengan judul Kemana Harga Emas Akan Berayun.
Tulisan kali ini menyempurnakan tulisan sebelumnya tersebut dengan fokus pada upaya memahami dimana titik ‘jam 6’ tersebut pada pasar emas. Untuk ini saya gunakan harga emas rata-rata harian untuk 180 hari atau 6 bulan dan rata-rata harian untuk 360 hari atau setahun. Dalam istilah teknis disebut Daily Moving Average (DMA), jadi ada dua DMA yang kita gunakan 180 DMA dan 360 DMA.
Dasar pemikirannya adalah harga emas akan bergerak naik turun disekitar angka rata-rata-nya. Bila terlalu tinggi akan tertarik kebawah mendekati harga rata-rata oleh supply dari aksi jual masyarakat, dan sebaliknya bila terlalu rendah akan tertarik keatas oleh kenaikan demand dari aksi beli masyarakat.
Dari data harga emas di pasar Indonesia yang dikumpulkan oleh GeraiDinar sejak pertengahan September 2007, kita bisa sajikan pergerakan harga ini lengkap dengan grafik 180 DMA dan 360 DMA-nya seperti diatas. Lantas bagaimana kita membaca grafik tersebut ?.
Pada posisi penutupan pekan lalu, harga jual emas di emas24.com maupun geraidinar.com adalah berada pada angka Rp 339,196/gram; sedangkan angka DMA pada tanggal penutupan tersebut masing-masing berada pada Rp 332,091/gram (180DMA) dan Rp 330,068/gram (360DMA).
Jadi seperti bandul jam saja, harga emas sekarang masing lebih tinggi dari DMA-nya atau masih mungkin berayun kebawah kearah Rp 332 ribu, Rp 330 ribu atau bahkan lebih rendah dari itu – sebelum akhirnya terayun balik keatas.
Bagi investor jangka panjang, ayunan ini tidak perlu menjadi pikiran karena DMA untuk jangka panjang (360 DMA) cenderung lurus keatas. Artinya semakin panjang fokus investasi kita, semakin jelas arah hasilnya – yaitu positif keatas.
Sebaliknya untuk jangka pendek – 6 bulan atau kurang misalnya; arah gerakan harga ini masih naik turun seperti yang ditunjukkan oleh grafik 180 DMA tersebt. Itulah sebabnya saya tidak pernah menganjurkan Anda untuk berspekulasi dengan harga emas jangka pendek. Wa Allahu A’lam. |
| MEMAHAMI GERAKAN HARGA EMAS DARI KEKUATAN UANG KERTAS... Written by Muhaimin Iqbal |
Pagi ini harga emas dunia turun significant ke angka US$ 1,114.3/ Oz ketika artikel ini saya tulis. Seperti biasa ketika harga naik atau turun significant banyak email, sms, bbm dlsb. yang sampai ke saya menanyakan penyebabnya. Untuk menghemat waktu saya menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, tulisan ini mudah-mudahan dapat memuaskan keingin tahuan para pengunjung situs ini.
Ada dua hal yang menjadi pendorong naik turunnya emas dunia, yang pertama tentu pergerakan supply and demand. Bila yang menjual banyak sedangkan yang membeli sedikit otomatis harga turun. Demikian pula sebaliknya, bila yang membeli banyak sedangkan yang mau menjual sedikit maka harga akan naik.
Karena harga emas yang kita bicarakan adalah harga emas secara global; maka supply and demand-nya pun untuk skala global. Supply and demand dalam skala mikro, seperti para pembeli/penjual emas/Dinar di GeraiDinar; Logam Mulia, toko-toko emas di Cikini, Melawai dlsb. tidak memberi pengaruh pada pergerakan harga global ini.
Pergerakan harga yang dipengaruhi oleh supply and demandini dapat Anda ikuti setiap saat dari situsnya kitco.com.
Pendorong naik turunnya harga emas yang kedua adalah kekuatan mata uang yang dipakai untuk membelinya. Karena harga emas dunia pada umumnya dinilai dalam US$ maka kekuatan mata uang US$ juga sangat menentukan naik turunnya harga emas dunia ini.
Yang terakhir inilah yang mempengaruhi secara significant atas turunnya harga emas dunia dalam perdagangan hari kemarin. Anda bisa lihat pada grafik yang saya sajikan diatas, penurunan harga emas berjalan nyaris simetris dengan naiknya kekuatan US$ yang diukur dengan US$ Index.
Saya katakan nyaris simetris karena tidak sepenuhnya simetris; perbedaannya terletak pada faktor pertama yang saya jelaskan diatas – yaitu faktor supply and demand.
Karena pentingnya informasi kekuatan mata uang US$ ini dalam memahami pergerakan harga emas dunia, maka mulai hari ini informasi US$ Index termasuk yang saya sajikan di halaman utama situs ini yaitu di sidebar kiri dibawah informasi harga emas. Ini untuk melengkapi informasi Rupiah Index yang sudah lebih dahulu saya tampilkan.
Dengan informasi US$ Index dan Rupiah Index secara real time ini, Insyallah Anda akan lebih mudah memahami latar belakang yang menjadi pendorong naik turunnya harga emas yang menjadi sajian utama situs ini. Mudah-mudahan bermanfaat. |
| TREN HARGA EMAS DUNIA, KEMANA ARAHNYA? Written by Muhaimin Iqbal |
Di pasar saham ada teori yang sangat terkenal yang disebutDow Theory mengambil nama penemunya Charles H. Dow (1851 – 1902) yang juga pendiri Dow Jones. Teori ini pula yang mendasari technical analysis yang dipakai para praktisi pasar saham dan sejenisnya hingga jaman modern ini.
Karena kemiripan pasar saham dengan pasar emas dalam skala global, maka Dow Theory ini juga dapat digunakan untuk menganalisa perilaku pasar emas dunia. Pada tulisan ini saya menggunakan bagian dari Dow Theory yang berbunyi kurang lebih begini “Bila barang ekonomi memiliki pola titik-titik tertinggi yang semakin tinggi (higher highs) dan titik-titik terendah yang juga semakin tinggi (higher lows), maka barang ekonomi tersebut sedang berada pada kecenderungan menaik (uptrend)”.
Apakah uptrend yang dipersyaratkan oleh Dow Theory ini nampak dalam pasar emas dunia beberapa tahun terakhir ?. Jawabannya sangat jelas nampak. Anda bisa perhatikan grafik diatas untuk mendeteksi titik-titik tertinggi yang semakin tinggi (higher highs) tersebut.
Saya juga sajikan grafik lain yang lebih pendek jaraknya untuk bisa menjelaskan titik-titik terendah yang semakin tinggi (higher lows) pada grafik dibawah ini.
Dari grafik tersebut kita bisa melihat bahwa sejak emas menembus angka US$ 1,000/Oz September 2009 lalu, kemudian melesat ke angka diatas US$ 1,200/Oz pada awal Desember, emas terkoreksi secara significant di bulan yang sama. Namun kita tahu koreksi ini ternyata tidak berhasil membawa harga emas dunia ke angka dibawah US$ 1,000/Oz; koreksi ini hanya berakhir pada angka US$ 1,075/Oz yang terjadi pada tanggal 22 Desember 2009. Inilah yang disebut titik terendah yang semakin tinggi (higher low) itu.
Jadi paling tidak pada masa depan yang masih bisa diperkirakan dari data yang ada saat ini ( foreseeable future), trend harga emas dunia masih berada pada kecenderungan naik (uptrend). Namun perlu diingat bahwa harga emas dunia ini dihitung dengan US$, trendnya dalam Rupiah bisa saja berbeda tergantung dengan bagaimana kinerja Rupiah kedepan dibandingkan dengan US$.
Bahwasanya kita membeli emas di Indonesia dengan uang Rupiah kita, saat ini sesungguhnya merupakan kesempatan yang luar biasa. Kita dapat membeli emas/Dinar pada harga yang relatif rendah di tengah harga emas dunia yang lagi berada pada uptrend !. Wa Allahu A’lam. |
Archive
-
►
2011
(3)
- ► Juni 5 - Juni 12 (1)
- ► Mei 1 - Mei 8 (1)
- ► Maret 6 - Maret 13 (1)
-
►
2010
(23)
- ► Juli 11 - Juli 18 (3)
- ► April 11 - April 18 (2)
-
►
2009
(54)
- ► Juli 5 - Juli 12 (1)