| HARGA EMAS/DINAR LAGI TINGGI, KAPAN KESEMPATAN UNTUK MEMBELI ...? Written by Muhaimin Iqbal |
| Thursday, 12 November 2009 05:51 |
Salah satu tulisan saya yang sangat banyak dibaca pengunjung web ini rupanya tulisan saya tentang Musim Membeli Emas yang saya tulis akhir Maret (2009) lalu. Tingginya harga emas dunia dua bulan terakhir – yang sampai pagi ini telah berada di kisaran US$ 1117/oz – meng-confirm pola musiman dalam perkembangan harga emas dunia seperti yang saya uraikan di tulisan tersebut diatas.
Lantas pertanyaan yang sering muncul adalah – kalau kita punyanya uang/anggaran untuk menabung Dinar/emas di bulan-bulan dimana musim harga emas lagi tinggi seperti sekarang ini; apakah terus kita menunggu sampai akhir Maret nanti untuk membeli emas/Dinar ?.
Jawabannya ada di grafik disamping, yaitu grafik yang menunjukkan tingkat perubahan harga emas/Dinar (dalam Rupiah) selama 10 tahun terakhir – dalam tiga kategori perubahan , yaitu bulanan (kuning), 6 bulanan(hijau) dan tahunan (merah).
Agak njlimet memang, tetapi gampangnya saya contohkan begini : Bila Anda membeli emas atau Dinar pada musim harga tinggi seperti pada bulan November sekarang, berapa peluang Anda untuk rugi dalam 1 bulan kedepan, enam bulan kedepan dan satu tahun kedepan ?.
Berdasarkan statistik 10 tahun terakhir, ternyata peluang Anda rugi sebulan berikutnya hanya 2/10. Yaitu bila Anda membelinya pada bulan November 2001 dan menjualnya di Desember 2001 atau membelinya di November 2006 dan menjualnya di Desember 2006. Peluang harga emas atau Dinar Anda naik satu bulan berikutnya adalah 8/10 sisanya.
Peluang rugi dalam 6 bulan berikutnya ternyata juga sama 2/10 ; yaitu bila Anda membeli pada bulan November 2001 dan menjualnya di April 2002 atau membeli di November 2002 dan menjualnya di April 2003. Peluang harga emas atau Dinar Anda naik 6 bulan berikutnya adalah juga 8/10 sisanya.
Dalam sepuluh tahun terakhir, meskipun Anda beli emas/Dinar pada musim harga emas/Dinar tinggi seperti pada bulan November ini; statistik menunjukkan Anda tidak pernah merugi bila Anda menjualnya satu tahun berikutnya atau lebih.
Apa maknanya ini semua ?; Meskipun Anda tidak memperoleh gain sebesar bila Anda membeli emas/Dinar pada musim harga rendah; membeli emas/Dinar pada musim harga tinggi tetap lebih menguntungkan dibandingkan dengan mempertahankan uang Anda dalam mata uang kertas dan menunggu musim harga emas/Dinar rendah berikutnya.
Ini tidak hanya berlaku terhadap mata uang kertas Rupiah; Anda bisa lihat seandainya Anda punya US$ yang Anda pertahankan setahun terakhir – dibandingkan dengan seandainya US$ tersebut dibelikan emas/Dinar pada bulan November setahun yang lalu – maka yang Anda belikan emas/Dinar kini nilainya 52 % lebih tinggi ketimbang yang disimpan dalam US$. Silahkan lihat buktinya di www.kitco.com pojok kiri atas seperti yang saya copy-kan disamping (posisi pagi ini 12/11/09 WIB, atau posisi sesaat setelah pasar New York tutup 11/11/09 pukul 17:02 NY Time ).
Ini menunjukkan betapa runyamnya US Dollar setahun terakhir , juga mata uang lain yang diukur dengan US$ - tidak ketinggalan pula semua asset yang dinilai dalam US$ seperti asuransi dalam US$ , dana pensiun, dana kesehatan dlsb. Masih mau belain US Dollar Anda…?, saran saya jangan….!. Wa Allahu A’lam. |
GRAFIK PERGERAKAN HARGA DINAR
Kamis, 12 November 2009
Selasa, 10 November 2009
| BERSIAP MENGHADAPI FENOMENA WEALTH TRANSFER ... Written by Muhaimin Iqbal |
Tulisan saya kali ini saya ambilkan dari isi buku berjudaul “Guide to Investing in Gold and Silver” karya Michael Maloney yang diterbitkan oleh Business Plus – Hachette Book Group (2008). Buku yang seharusnya sudah bisa kita beli di Indonesia tahun lalu ini, ndak tahu kenapa baru bisa kita jumpai di toko buku asing kenamaan Jakarta sekarang – mungkin karena penerbitnya yang tidak terlalu terkenal sehingga distribusi globalnya lelet.
Penulisnya sendiri adalah tokoh penting dalam dunia emas, perak dan berbagai bisnis metal lainnya. Dia bahkan juga penasihat investasi yang mendorong orang sekaliber Robert Kiyosaki mengalihkan sebagian besar investasinya ke perak. Robert Kiyosaki bahkan memberi pengantar pada buku ini dengan menyebut penulis sebagai orang yang pandai merangkai titik-titik menjadi informasi yang bermakna – sementara orang lain mungkin hanya dapat melihat sebagi titik-titik yang tidak bermakna.
Banyak sekali isi dari buku ini yang mirip dengan buku saya “Mengembalikan Kemakmuran Islam dengan Dinar dan Dirham” (Spriritual Learning Center, 2007); khususnya yang menyangkut pandangan tentang uang dan mengapa uang hanya bisa diperankan secara sempurna oleh emas dan perak. Bahkan di awal tulisannya Michael berusaha meluruskan salah kaprah dalam pemahaman tentangCurrency dan Money di masyarakat.
Menurutnya apa yang disebut ‘uang’ oleh masyarakat sekarang sebenarnya hanyalah Currency – yaitu alat tukar yang hanya berlaku sesaat. Currency tidak memiliki kemampuan untuk menyimpan nilai (store of value) yaitu prasyarat untuk dapat disebut sebagai uang (Money).
Sebaliknya uang yang sesungguhnya atau Money, selain dia dapat digunakan sebagai alat tukar (medium of exchange) ; dia juga berperan sebagai penyimpan nilai (store of value). Jadi Money pasti juga berupa Currency, sedangkanCurrency belum tentu berupa Money.
Menurut Michael, hanya emas dan perak-lah yang dapat berperan sebagai Money sejak dahulu sekarang dan masa yang akan datang. Nampaknya pendapat ini Fitrah, karena pendapat serupa sudah dinyatakan oleh Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin sekitar 900 tahun lalu. Kalau Imam Ghazali mendasarkan pendapatnya ini pada pemahaman yang sangat dalam tentang syariah emas dan perak; Michael Maloney mendasarkan pendapatnya pada alasan-alasan ekonomi.
Menurut Michael , berikut adalah alasannya mengapa hanya emas dan perak-lah uang yang sesungguhnya (money) itu :
1. Selama lebih dari 5,000 tahun, hanya emas dan perak yang terbukti sebagai asset yang tidak pernah gagal. Ini karena emas dan perak adalah tangible assets yang secara inherent membawa nilai-nya sendiri.
2. Emas dan perak adalah asset yang bisa sepenuhnya private dan tidak merupakan bagian dari system financial – dia tidak akan terganggu oleh kegagalam system financial manapun.
3. Emas dan perak adalah asset yang tidak merupakan liability pihak lain. Sebaliknya uang kertas, saham, obligasi dlsb. adalah asset yang merupakan liability pihak lain. Uang kertas adalah liability dari negara yang mengeluarkannya, demikian pula saham dan obligasi adalah liability bagi yang mengeluarkannya. Apa jadinya bila yang memiliki liabilitytersebut gagal memenuhi kewajibannya ?, maka uang kertas, saham, obligasi dlsb. menjadi tidak ada nilainya.
4. Emas dan Perak dapat sepenuhnya dimiliki secara pribadi.
5. Emas dan Perak berfungsi sebagai safe-haven atau jaring pengaman investasi dikala terjadi gejolak ekonomi.
6. Emas dan Perak terbukti aman dikala inflasi tinggi maupun deflasi.
7. Emas dan perak memiliki value density yang tinggi, mudah disimpan dan mudah bergerak dengan nilai yang tinggi.
8. Nilai jual dan beli yang umumnya memiliki spread yang rendah – pemiliknya tidak kehilangan nilai yang berarti ketika melakukan jual beli; beda dengan real estate misalnya yang ongkos transaksinya bisa sangat tinggi oleh berbagai sebab seperti notaris, pajak, legal audit dslb.
9. Karakteristiknya jelas , emas 24 karat yang satu sama nilainya dengan emas 24 karat lainnya meskipun bentuknya berbeda-beda.
10. Emas dan perak secara fisik – adalah uang dengan sendirinya – tanpa perlu pengakuan oleh pihak manapun bahwa dia uang.
Dengan sepuluh alasan tersebut, penulis buku diatas sekarang sibuk meng-edukasi masyarakat dunia akan suatu phenomena besar yang sedang dan akan terus terjadi yang dia sebut sebagai Wealth Transfer atau perpindahan kemakmuran.
Karena hampir seluruh mayoritas masyarakat dunia baik bersifat individu, korporasi maupun negara menyimpan ‘kemakmurannya’ dalam bentuk asset berupa currency, stock, bond dan sejenisnya – yang sejatinya tidak dapat berperan sebagai penyimpan nilai atau store of value; maka asset dari masyrakat dunia tersebut akan dengan mudah menurun atau bahkan hilang sama sekali nilainya.
Lantas kemana nilai-nilai asset tersebut berkurang atau menghilang ?, ke benda lain yang yang bisa menyimpan nilai dengan sempurna tentu saja. Yang paling mudah salah dua-nya ya emas dan perak itu tadi. Ketika uang kertas nilainya turun, pastilah emas dan perak nilainya melonjak. Pada saat itu, dengan emas dan perak yang sedikit saja – Anda akan dapat menguasai berbagai asset lainnya. Disitulah letak Wealth Transfer yang dikatakan oleh Michael Maloney ini.
Phenomena Wealth Transfer ini bisa terjadi secara sangat cepat seperti yang sungguh nyata terjadi di Indonesia tahun 1998, atau secara gradual yang terjadi di seluruh belahan dunia dalam dekade terakhir dan insyaallah masih akan terus terjadi.
Untungnya dengan phenomena ini adalah pilihan sebenarnya ada pada diri kita; kita bisa mempersiapkan diri ketika proses Wealth Transfer ini terjadi – kemakmuran meninggalkan kita atau kemakmuran yang menuju ke kita – kuncinya adalah emas dan perak ada pada siapa saat phenomena tersebut terjadi. Wa Allahu A’lam. |
Kamis, 05 November 2009
|
| CARA MUDAH UJI KADAR EMAS ALA ARCHIMEDES ... Written by Muhaimin Iqbal |
Karena penggunaan hukum Archimedes ini melibatkan pengetahuan tentang masa jenis dan perhitungan yang agak njlimet, maka untuk mudahnya digunakan oleh masyarakat luas – saya buatkan grafik dan tabelnya. Grafik dan tabel ini saya buat untuk emas dengan dua jenis campuran yaitu emas-perak dan emas-tembaga.
Secara fisik emas yang dicampur dengan perak akan dapat dilihat secara kasat mata berwarna kuning muda; sedangkan emas yang dicampur tembaga akan berwarna kuning kemerahan. Bila Anda ragu akan warnanya, gunakan saja pertengahan antar keduanya.
Yang Anda butuhkan sekarang adalah timbangan emas digital yang minimal bisa menampilkan dua angka di belakang koma, gelas plastik kemasan air mineral (bisa dipotong separuhnya bila emas yang akan Anda uji kecil, atau tempat air apa saja dari plastik yang ringan bila yang akan diuji besar !) dan benang yang kecil tetapi kuat untuk mengikat emas Anda.
Berikut cara pengujian emas Anda dengan menggunakan grafik diatas :
2. Kedua taruh plastik yang berisi air yang kira-kira cukup untuk membuat emas Anda melayang didalamnya, tidak menyentuh dasar dan tidak ada bagian emas yang diatas permukaan air.
3. Tara timbangan Anda, sehingga menunjukkan angka nol – dalam posisi air diatas timbangan. (Bila Anda tidak bisa men-tara-nya menjadi nol, catat angka yang tertera di timbangan pada posisi ini – kemudian setelah disiisi emas – dicatat selisihnya).
4. Sekarang ikat emas yang hendak Anda uji dengan benang dan masukkan perlahan-lahan kedalam air dengan memegang benangnya saja – sampai seluruh emas terendam dalam air tetapi tidak menyentuh dasar gelas plastik. Kemudian baca angka yang ditunjukkan oleh timbangan Anda. ( dalam contoh saya tersebut diatas cincin kuning tercatat 0.55 gram, dan cincin kemerahan tercatat 0.33 gram.)
5. Selanjutnya bagi angka di penimbangan no 4 (basah) dengan penimbangan di no 1 (kering) dan nyatakan dalam persentase. (dalam contoh saya diatas, cincin kuning menghasilkan angka 5.58 % dan cincin kemerahan menghasilkan angka 7.08 %).
6. Yang terakhir tarik garis mendatar dari sumbu y pada grafik diatas mulai pada angka-angka persentase hasil perhitungan nomor 5 sampai menyentuh grafik yang sesuai dengan emas yang diuji (emas kuning menggunakan grafik kuning dan emas kemerahan menggunakan grafik merah). Pada titik persentuhan grafik, tarik garis kebawah lurus sampai ke sumbu x – maka itulah kadar karat emas Anda. ( dari grafik yang kedua diatas Anda bisa lihat bahwa cincin kuning saya berkadar 21 karat dan cincin merah hanya berkadar 12 karat).
Untuk cross check hasil uji Anda dengan menggunakan grafik, kini gunakan tabel disamping sebagai alat uji kedua. Prosedurnya sebagai berikut :
2. Kemudian hasil persentase-nya cocokkan dengan table disamping, gunakan kolom yang sesuai perkiraan campuran emas Anda (kasat mata dari warna). (untuk cincin emas kuning saya, maka kolom % emas – perak yang saya gunakan, angka 5.58 tidak ada di kolom ini tetapi berada diantara angka 5.38 dan angka 5.60 jadinya cincin kuning saya berkadar 21 karat lebih tetapi tidak mencapai 22 karat ! ; untuk cincin kemerahan saya menggunakan kolom % emas – tembaga; Ada angka yang pas yaitu 7.08 ; kita tarik ke kolom karat akan ketemu pas 12 karat !).
Meskipun cara pengujian ini mudah dan cukup akurat; hendaknya pengujian ini hanya digunakan untuk kepentingan sendiri. Untuk kepentingan komersial, saya lebih menganjurkan penggunaan alat-alat uji canggih seperti X-Ray Spectrometer seperti yang ada di GeraiDinar atau berbagai alat uji canggih lainnya seperti yang dimiliki oleh Logam Mulia – PT. Aneka Tambang.
Pengujian dengan teknis yang saya uraikan diatas juga tidak akan bisa menguji dengan baik apabila emas Anda bukan emas padat – yaitu bolong ditengahnya.
Masing-masing pengujian selalu ada kelemahan dan kekurangannya ( alat uji yang canggih kelemahan mendasarnya adalah harganya yang muahal !); namun diantara sekian banyak cara pengujian, cara inilah yang menurut saya paling memungkinkan untuk dilakukan oleh masyarakat awam secara luas.
Semoga bermanfaat….! |
Senin, 02 November 2009
| TES KEASLIAN DINAR YANG MUDAH DAN MURAH ,,, Written by Muhaimin Iqbal |
Sejak saya mulai aktif memperkenalkan Dinar melaui GeraiDinar.Com ini; tidak hentinya terus memikirkan bagaimana kita bisa terus menyebar luaskan Dinar ini dengan aman dan mudah ke masyarakat luas. Salah satu yang sangat penting dijaga keamanannya adalah keaslian Dinar itu sendiri yang harus memenuhi standar 22 karat 4.25 gram.
Awal tahun 2008 saya pernah mencoba mengembangkan gelas ukur sederhana untuk tes keaslian Dinar menggunakan prinsip hukum Archimedes. Namun alat yang sederhana ini ternyata tidak mudah untuk memproduksinya – karena kendala teknis pada prinsip kerja pipa kapiler.
Kemudian untuk mempercepat kemampuan tes Dinar secara akurat, kita akhirnya membeli alat X-Ray Spectrometer yang mirip dengan salah satu alat tes yang digunakan oleh Logam Mulia. Alat ini dapat mengukur keaslian Dinar dengan sangat cepat dan akurat; namun karena harganya yang mencapai ratusan juta Rupiah per unitnya – kita tidak bisa membelinya dalam jumlah banyak untuk bisa digunakan di kota-kota lain dimana agen kami berada.
Alhamdulillah melalui serangkaian percobaan sederhana akhirnya kita bisa membuat sendiri alat tes keaslian Dinar yang mudah, murah dan relatif akurat. Satu-satunya yang perlu Anda beli hanya timbangan emas digital yang minimum bisa mengukur sampai dua digit dibelakang koma. Banyak tersedia di pasaran dan harganya hanya beberapa ratus ribu Rupiah saja, meskipun juga ada yang harganya mencapai satu Dinar ! – tetapi tetap jauh lebih murah dari X-Ray Spectrometer tersebut diatas.
Kemudian Anda perlu membuat alat sederhana untuk menaruh air, yang nantinya digunakan untuk timbangan basah Dinar. Dari sekian banyak alat/ barang disekitar kita, yang paling cocok karena ringannya adalah bekas gelas kemasan air minum mineral. Anda patong ditengahnya dan gunakan yang dibawah saja. Anda isi air sekarang potongan gelas tersebut hingga mencapai kurang lebih 80% terisi – supaya nanti cukup untuk mengambangkan Dinar didalam air..
Taruh sekarang potongan gelas yang sudah diisi air tersebut diatas timbangan, maka timbangan akan menunjukkan berat tertentu tergantung sejauh mana Anda mengisi airnya tadi – misalnya muncul angka 70.55 gram. Baca manual timbangan Anda untuk men-tara menjadi nol pada posisi plastik berisi air berada di tempat penimbangannya tersebut.
Setelah itu ikat Dinar Anda dengan benang yang seringan mungkin namun bisa mengikat Dinar secara kuat. Masukkan pelan-pelan Dinar Anda kedalam air dengan memegang benang ikatan sedemikian rupa sampai Dinar benar-benar melayang di dalam air. Tidak menyentuh dasar, namun juga tidak ada bagian Dinar yang muncul diatas permukaan air.
Sekarang lihat angka di timbangan emas digital Anda. Bila angka menujukkan kisaran 0.22 gram sampai 0.23 gram ; maka kemungkinan besarnya Dinar Anda asli memenuhi standar 4.25 gram 22 karat. Kalau Anda tidak bisa men-tara timbangan Anda, maka Angka yang muncul tinggal ditambahkan dari angka sebelum Dinar dimasukkan didalam air. Misalnya kalau angka sebelumnya 70.55 gram; setelah Dinar melayang didalam air akan menjadi 70.77 gram – 70.78 gram.
Bagaimana alat ini bekerja ?. Massa Jenis emas adalah 19.32 gr/cm3 ; sedangkan perak 10.49 gr/cm3. Dinar adalah benda padat dengan komposisi 91.7% (22 karat) emas dan sisanya 8.3% perak. Dengan perhitungan yang agak teknis dikit – tetapi mudah menggunakan excel atau kalkulator – kita akan bisa menghitung berat Dinar yang 4.25 gram dengan komposisi tersebut haruslah memiliki volume 0.2287 cm3.
Ketika Dinar dimasukkan dalam air, Dengan hukum Archimedes kita tahu volume air yang dipindahkan adalah 0.2287 cm3. Karena Massa Jenis air mendekati satu –berat air yang dipindahkan tersebut adalah juga 0.2287 gram. Kalau timbangan digital Anda hanya sampai 2 digit dibelakang koma, kemungkinan angka yang muncul adalah 0.22 gram atau 0.23 gram.
Mudah bukan ?, selamat mencoba… |
Sabtu, 31 Oktober 2009
| DAYA DORONG EKONOMI DAN POLITIK GLOBAL PADA HARGA EMAS... Written by Muhaimin Iqbal |
Di dunia perdagangan emas ( sebenarnya juga pada dunia perdagangan lainnya), tidak ada satu ahli-pun yang bisa memperkirakan dengan pasti akan kemana harga emas pada hari esuk. Yang bisa dilakukan hanyalah analisa terhadap apa-apa yang sudah atau sedang terjadi dan kemungkinan pengaruhnya untuk waktu yang akan datang.
Analisa statistik semacam ini sering saya buat dalam beberapa kali tulisan, seperti yang saya tulis pada akhir Maret lalu yang kemudian menjadi salah satu tulisan favorit pembaca : Musim Membeli Emas/Dinar. Meskipun analisa statistik semacam ini terbukti relatif akurat untuk memprediksi pergerakan harga emas kedepan, ilmu masa depan tetap milik Allah semata.
Memprediksi harga emas dunia dalam pasar yang sangat global seperti di zaman teknologi ini menjadi semakin sulit karena tidak hanya faktor-faktor ekonomi saja yang mempengaruhi harga emas dunia; tetapi faktor politik tidak kalah pentingnya.
Untuk faktor ekonomi, kita tahu bahwa karena harga emas dunia umumnya dinilai dalam US$ - maka ekonomi negara Paman Sam tersebut sangat dominan perannya dalam harga emas dunia. Masalahnya adalah meskipun mereka mengajari dunia tentang keterbukaan dan tanggung jawab, realitanya ekonomi mereka sendiri tetap gelap.
Tingkat pengangguran resmi menurut data pemerintah dibawah 10 %; sedangkan salah satu orang pinter negeri itu John Williams menunjukkan data yang lain dalam Shadow Government Statistics (SGS), dimana angka pengangguran sesungguhnya mencapai 20 %. Contoh lain adalah inflasi yang menurut pemerintah angkanya hanya 2 %; menurut SGS angka inflasi ini sesungguhnya telah mencapai 6.5% di AS.
Entah siapa yang benar, tetapi yang jelas kenaikan harga emas dunia dalam US$ setahun terakhir yang telah mencapai 42.66% (data resmi Kitco.com pada saat artikel ini saya tulis 28/10/09) menunjukkan bahwa ada masalah yang sangat serius dalam US$ - yang berarti juga ekonomi Amerika.
Diluar masalah ekonomi tersebut diatas, tidak kalah pentingnya adalah faktor politik global yang saat ini menunjukkan potensi-potensi masalah di beberapa bagian dunia. Tendensi menyatunya sikap antara Russia, China dan Iran – dapat merubah keseimbangan kekuatan politik Dunia. Russia dan China sudah menyampaikan sikapnya ke Amerika bahwa mereka tidak setuju sangsi ekonomi terhadap Iran – atas non-compliance-nya Iran terhadap perjanjian nuklir dunia.
Dalam dunia politik, ketidak setujuan dua negara besar tersebut dapat berarti mereka akan berada di belakang Iran bila terjadi konflik antara Iran dengan sekutu Amerika. Sekutu Amerika Israel yang merasa terancam keamannya dengan adanya program nuklir Iran tersebut, bisa saja berbuat konyol dengan menyerang Iran – karena mereka toh sudah berbuat konyol sebelumnya dengan menyerang jalur Gaza.
Kemungkinan-kemungkinan gejolak regional tersebut tentu didak dikesampingkan oleh para pelaku usaha global – termasuk para pedagang dan investor emas besar dunia. Bukan masalah perangnya sendiri yang bisa terjadi dan bisa juga tidak, kekawatiran terhadap perang ini saja cukup untuk mendorong harga emas dunia keatas.
Semakin kawatir orang terhadap potensi perang, semakin tinggi harga emas akan terdorong keatas. Mengapa demikian ?, karena bila perang terjadi – uang kertas yang menjadi alat tukar masing-masing negara yang terlibat perang bisa sangat terganggu daya belinya – lihat yang terjadi dengan uang Iraq misalnya.
Memang dalam krisis Iraq, sepertinya Iraq dibiarkan sendirian oleh dunia sehingga dengan mudah dilluluh lantakkan oleh Amerika bersama para sekutunya. Akibatnya yang ikut luluh lantak hanya mata uang Iraq. Lain halnya bila konflik Iran pecah dan minimal Russia bersama China berada di pihak mereka, maka bisa jadi seluruh yang terlibat perang termasuk Amerika dan sekutunya, Russia, China dlsb. akan ikut luluh lantak uangnya.
Jadi kemana investasi kita untuk jangka waktu yang panjang ?, selain waspada pada perkembangan ekonomi, waspadai pula perkembangan politik dunia. Wa Allahu A’lam. |
Archive
-
►
2011
(3)
- ► Juni 5 - Juni 12 (1)
- ► Mei 1 - Mei 8 (1)
- ► Maret 6 - Maret 13 (1)
-
►
2010
(23)
- ► Juli 11 - Juli 18 (3)
- ► April 11 - April 18 (2)
-
►
2009
(54)
- ► Juli 5 - Juli 12 (1)