|
GRAFIK PERGERAKAN HARGA DINAR
Kamis, 05 November 2009
| CARA MUDAH UJI KADAR EMAS ALA ARCHIMEDES ... Written by Muhaimin Iqbal |
Karena penggunaan hukum Archimedes ini melibatkan pengetahuan tentang masa jenis dan perhitungan yang agak njlimet, maka untuk mudahnya digunakan oleh masyarakat luas – saya buatkan grafik dan tabelnya. Grafik dan tabel ini saya buat untuk emas dengan dua jenis campuran yaitu emas-perak dan emas-tembaga.
Secara fisik emas yang dicampur dengan perak akan dapat dilihat secara kasat mata berwarna kuning muda; sedangkan emas yang dicampur tembaga akan berwarna kuning kemerahan. Bila Anda ragu akan warnanya, gunakan saja pertengahan antar keduanya.
Yang Anda butuhkan sekarang adalah timbangan emas digital yang minimal bisa menampilkan dua angka di belakang koma, gelas plastik kemasan air mineral (bisa dipotong separuhnya bila emas yang akan Anda uji kecil, atau tempat air apa saja dari plastik yang ringan bila yang akan diuji besar !) dan benang yang kecil tetapi kuat untuk mengikat emas Anda.
Berikut cara pengujian emas Anda dengan menggunakan grafik diatas :
2. Kedua taruh plastik yang berisi air yang kira-kira cukup untuk membuat emas Anda melayang didalamnya, tidak menyentuh dasar dan tidak ada bagian emas yang diatas permukaan air.
3. Tara timbangan Anda, sehingga menunjukkan angka nol – dalam posisi air diatas timbangan. (Bila Anda tidak bisa men-tara-nya menjadi nol, catat angka yang tertera di timbangan pada posisi ini – kemudian setelah disiisi emas – dicatat selisihnya).
4. Sekarang ikat emas yang hendak Anda uji dengan benang dan masukkan perlahan-lahan kedalam air dengan memegang benangnya saja – sampai seluruh emas terendam dalam air tetapi tidak menyentuh dasar gelas plastik. Kemudian baca angka yang ditunjukkan oleh timbangan Anda. ( dalam contoh saya tersebut diatas cincin kuning tercatat 0.55 gram, dan cincin kemerahan tercatat 0.33 gram.)
5. Selanjutnya bagi angka di penimbangan no 4 (basah) dengan penimbangan di no 1 (kering) dan nyatakan dalam persentase. (dalam contoh saya diatas, cincin kuning menghasilkan angka 5.58 % dan cincin kemerahan menghasilkan angka 7.08 %).
6. Yang terakhir tarik garis mendatar dari sumbu y pada grafik diatas mulai pada angka-angka persentase hasil perhitungan nomor 5 sampai menyentuh grafik yang sesuai dengan emas yang diuji (emas kuning menggunakan grafik kuning dan emas kemerahan menggunakan grafik merah). Pada titik persentuhan grafik, tarik garis kebawah lurus sampai ke sumbu x – maka itulah kadar karat emas Anda. ( dari grafik yang kedua diatas Anda bisa lihat bahwa cincin kuning saya berkadar 21 karat dan cincin merah hanya berkadar 12 karat).
Untuk cross check hasil uji Anda dengan menggunakan grafik, kini gunakan tabel disamping sebagai alat uji kedua. Prosedurnya sebagai berikut :
2. Kemudian hasil persentase-nya cocokkan dengan table disamping, gunakan kolom yang sesuai perkiraan campuran emas Anda (kasat mata dari warna). (untuk cincin emas kuning saya, maka kolom % emas – perak yang saya gunakan, angka 5.58 tidak ada di kolom ini tetapi berada diantara angka 5.38 dan angka 5.60 jadinya cincin kuning saya berkadar 21 karat lebih tetapi tidak mencapai 22 karat ! ; untuk cincin kemerahan saya menggunakan kolom % emas – tembaga; Ada angka yang pas yaitu 7.08 ; kita tarik ke kolom karat akan ketemu pas 12 karat !).
Meskipun cara pengujian ini mudah dan cukup akurat; hendaknya pengujian ini hanya digunakan untuk kepentingan sendiri. Untuk kepentingan komersial, saya lebih menganjurkan penggunaan alat-alat uji canggih seperti X-Ray Spectrometer seperti yang ada di GeraiDinar atau berbagai alat uji canggih lainnya seperti yang dimiliki oleh Logam Mulia – PT. Aneka Tambang.
Pengujian dengan teknis yang saya uraikan diatas juga tidak akan bisa menguji dengan baik apabila emas Anda bukan emas padat – yaitu bolong ditengahnya.
Masing-masing pengujian selalu ada kelemahan dan kekurangannya ( alat uji yang canggih kelemahan mendasarnya adalah harganya yang muahal !); namun diantara sekian banyak cara pengujian, cara inilah yang menurut saya paling memungkinkan untuk dilakukan oleh masyarakat awam secara luas.
Semoga bermanfaat….! |
Senin, 02 November 2009
| TES KEASLIAN DINAR YANG MUDAH DAN MURAH ,,, Written by Muhaimin Iqbal |
Sejak saya mulai aktif memperkenalkan Dinar melaui GeraiDinar.Com ini; tidak hentinya terus memikirkan bagaimana kita bisa terus menyebar luaskan Dinar ini dengan aman dan mudah ke masyarakat luas. Salah satu yang sangat penting dijaga keamanannya adalah keaslian Dinar itu sendiri yang harus memenuhi standar 22 karat 4.25 gram.
Awal tahun 2008 saya pernah mencoba mengembangkan gelas ukur sederhana untuk tes keaslian Dinar menggunakan prinsip hukum Archimedes. Namun alat yang sederhana ini ternyata tidak mudah untuk memproduksinya – karena kendala teknis pada prinsip kerja pipa kapiler.
Kemudian untuk mempercepat kemampuan tes Dinar secara akurat, kita akhirnya membeli alat X-Ray Spectrometer yang mirip dengan salah satu alat tes yang digunakan oleh Logam Mulia. Alat ini dapat mengukur keaslian Dinar dengan sangat cepat dan akurat; namun karena harganya yang mencapai ratusan juta Rupiah per unitnya – kita tidak bisa membelinya dalam jumlah banyak untuk bisa digunakan di kota-kota lain dimana agen kami berada.
Alhamdulillah melalui serangkaian percobaan sederhana akhirnya kita bisa membuat sendiri alat tes keaslian Dinar yang mudah, murah dan relatif akurat. Satu-satunya yang perlu Anda beli hanya timbangan emas digital yang minimum bisa mengukur sampai dua digit dibelakang koma. Banyak tersedia di pasaran dan harganya hanya beberapa ratus ribu Rupiah saja, meskipun juga ada yang harganya mencapai satu Dinar ! – tetapi tetap jauh lebih murah dari X-Ray Spectrometer tersebut diatas.
Kemudian Anda perlu membuat alat sederhana untuk menaruh air, yang nantinya digunakan untuk timbangan basah Dinar. Dari sekian banyak alat/ barang disekitar kita, yang paling cocok karena ringannya adalah bekas gelas kemasan air minum mineral. Anda patong ditengahnya dan gunakan yang dibawah saja. Anda isi air sekarang potongan gelas tersebut hingga mencapai kurang lebih 80% terisi – supaya nanti cukup untuk mengambangkan Dinar didalam air..
Taruh sekarang potongan gelas yang sudah diisi air tersebut diatas timbangan, maka timbangan akan menunjukkan berat tertentu tergantung sejauh mana Anda mengisi airnya tadi – misalnya muncul angka 70.55 gram. Baca manual timbangan Anda untuk men-tara menjadi nol pada posisi plastik berisi air berada di tempat penimbangannya tersebut.
Setelah itu ikat Dinar Anda dengan benang yang seringan mungkin namun bisa mengikat Dinar secara kuat. Masukkan pelan-pelan Dinar Anda kedalam air dengan memegang benang ikatan sedemikian rupa sampai Dinar benar-benar melayang di dalam air. Tidak menyentuh dasar, namun juga tidak ada bagian Dinar yang muncul diatas permukaan air.
Sekarang lihat angka di timbangan emas digital Anda. Bila angka menujukkan kisaran 0.22 gram sampai 0.23 gram ; maka kemungkinan besarnya Dinar Anda asli memenuhi standar 4.25 gram 22 karat. Kalau Anda tidak bisa men-tara timbangan Anda, maka Angka yang muncul tinggal ditambahkan dari angka sebelum Dinar dimasukkan didalam air. Misalnya kalau angka sebelumnya 70.55 gram; setelah Dinar melayang didalam air akan menjadi 70.77 gram – 70.78 gram.
Bagaimana alat ini bekerja ?. Massa Jenis emas adalah 19.32 gr/cm3 ; sedangkan perak 10.49 gr/cm3. Dinar adalah benda padat dengan komposisi 91.7% (22 karat) emas dan sisanya 8.3% perak. Dengan perhitungan yang agak teknis dikit – tetapi mudah menggunakan excel atau kalkulator – kita akan bisa menghitung berat Dinar yang 4.25 gram dengan komposisi tersebut haruslah memiliki volume 0.2287 cm3.
Ketika Dinar dimasukkan dalam air, Dengan hukum Archimedes kita tahu volume air yang dipindahkan adalah 0.2287 cm3. Karena Massa Jenis air mendekati satu –berat air yang dipindahkan tersebut adalah juga 0.2287 gram. Kalau timbangan digital Anda hanya sampai 2 digit dibelakang koma, kemungkinan angka yang muncul adalah 0.22 gram atau 0.23 gram.
Mudah bukan ?, selamat mencoba… |
Sabtu, 31 Oktober 2009
| DAYA DORONG EKONOMI DAN POLITIK GLOBAL PADA HARGA EMAS... Written by Muhaimin Iqbal |
Di dunia perdagangan emas ( sebenarnya juga pada dunia perdagangan lainnya), tidak ada satu ahli-pun yang bisa memperkirakan dengan pasti akan kemana harga emas pada hari esuk. Yang bisa dilakukan hanyalah analisa terhadap apa-apa yang sudah atau sedang terjadi dan kemungkinan pengaruhnya untuk waktu yang akan datang.
Analisa statistik semacam ini sering saya buat dalam beberapa kali tulisan, seperti yang saya tulis pada akhir Maret lalu yang kemudian menjadi salah satu tulisan favorit pembaca : Musim Membeli Emas/Dinar. Meskipun analisa statistik semacam ini terbukti relatif akurat untuk memprediksi pergerakan harga emas kedepan, ilmu masa depan tetap milik Allah semata.
Memprediksi harga emas dunia dalam pasar yang sangat global seperti di zaman teknologi ini menjadi semakin sulit karena tidak hanya faktor-faktor ekonomi saja yang mempengaruhi harga emas dunia; tetapi faktor politik tidak kalah pentingnya.
Untuk faktor ekonomi, kita tahu bahwa karena harga emas dunia umumnya dinilai dalam US$ - maka ekonomi negara Paman Sam tersebut sangat dominan perannya dalam harga emas dunia. Masalahnya adalah meskipun mereka mengajari dunia tentang keterbukaan dan tanggung jawab, realitanya ekonomi mereka sendiri tetap gelap.
Tingkat pengangguran resmi menurut data pemerintah dibawah 10 %; sedangkan salah satu orang pinter negeri itu John Williams menunjukkan data yang lain dalam Shadow Government Statistics (SGS), dimana angka pengangguran sesungguhnya mencapai 20 %. Contoh lain adalah inflasi yang menurut pemerintah angkanya hanya 2 %; menurut SGS angka inflasi ini sesungguhnya telah mencapai 6.5% di AS.
Entah siapa yang benar, tetapi yang jelas kenaikan harga emas dunia dalam US$ setahun terakhir yang telah mencapai 42.66% (data resmi Kitco.com pada saat artikel ini saya tulis 28/10/09) menunjukkan bahwa ada masalah yang sangat serius dalam US$ - yang berarti juga ekonomi Amerika.
Diluar masalah ekonomi tersebut diatas, tidak kalah pentingnya adalah faktor politik global yang saat ini menunjukkan potensi-potensi masalah di beberapa bagian dunia. Tendensi menyatunya sikap antara Russia, China dan Iran – dapat merubah keseimbangan kekuatan politik Dunia. Russia dan China sudah menyampaikan sikapnya ke Amerika bahwa mereka tidak setuju sangsi ekonomi terhadap Iran – atas non-compliance-nya Iran terhadap perjanjian nuklir dunia.
Dalam dunia politik, ketidak setujuan dua negara besar tersebut dapat berarti mereka akan berada di belakang Iran bila terjadi konflik antara Iran dengan sekutu Amerika. Sekutu Amerika Israel yang merasa terancam keamannya dengan adanya program nuklir Iran tersebut, bisa saja berbuat konyol dengan menyerang Iran – karena mereka toh sudah berbuat konyol sebelumnya dengan menyerang jalur Gaza.
Kemungkinan-kemungkinan gejolak regional tersebut tentu didak dikesampingkan oleh para pelaku usaha global – termasuk para pedagang dan investor emas besar dunia. Bukan masalah perangnya sendiri yang bisa terjadi dan bisa juga tidak, kekawatiran terhadap perang ini saja cukup untuk mendorong harga emas dunia keatas.
Semakin kawatir orang terhadap potensi perang, semakin tinggi harga emas akan terdorong keatas. Mengapa demikian ?, karena bila perang terjadi – uang kertas yang menjadi alat tukar masing-masing negara yang terlibat perang bisa sangat terganggu daya belinya – lihat yang terjadi dengan uang Iraq misalnya.
Memang dalam krisis Iraq, sepertinya Iraq dibiarkan sendirian oleh dunia sehingga dengan mudah dilluluh lantakkan oleh Amerika bersama para sekutunya. Akibatnya yang ikut luluh lantak hanya mata uang Iraq. Lain halnya bila konflik Iran pecah dan minimal Russia bersama China berada di pihak mereka, maka bisa jadi seluruh yang terlibat perang termasuk Amerika dan sekutunya, Russia, China dlsb. akan ikut luluh lantak uangnya.
Jadi kemana investasi kita untuk jangka waktu yang panjang ?, selain waspada pada perkembangan ekonomi, waspadai pula perkembangan politik dunia. Wa Allahu A’lam. |
Kamis, 22 Oktober 2009
| EMAS MENUJU HARGA TERTINGGI YANG WAJAR ... Written by Muhaimin Iqbal |
Di kala harga emas Dunia terus naik seperti dalam beberapa pekan terakhir; banyak yang menanyakan ke saya tentang sampai berapa tinggi harga emas ini di pasaran internasional nantinya. Jawaban saya tetap seperti yang saya tulis akhir tahun lalu dalam judul Prediksi Harga Emas Tahun 2009.
Memang namanya juga prediksi, sangat bisa jadi prediksi tersebut tidak tercapai – tetapi setidaknya inilah pendekatan yang cukup memiliki dasar dalam memperkirakan harga tertinggi emas dunia.
Bila dalam tulisan tersebut diatas saya menggunakan deret Fibonacci ; dalam tulisan ini saya menggunakan pendekatan Inflation Adjusted Price, yaitu harga emas tertinggi sekarang bila diperhitungkan dengan tingkat inflasi sejak tahun yang dijadikan rujukan. Saya gunakan tahun 1980 sebagai rujukan dan mata uang yang saya pakai US$ karena harga emas di pasaran internasional secara statistik yang sudah tersedia adalah menggunakan US$.
Anda bisa lihat dari gambar di atas; bahwa hasil pendekatan dengan menggunakan Inflation Adjusted Price – harga emas tertinggi tidak jauh berbeda dengan pendekatan deret Fibonacci dalam tulisan tersebut diatas yaitu dikisaran US$ 1,600 / oz.
Memang angka US$ 1,600 ini nampaknya berat untuk tercapai tahun ini karena tinggal dua bulan lagi dan sekarang masih di kisaran US$ 1,060 /oz; namun perhatikan jarak antara harga riil dengan harga yang disesuaikan dengan inflasi dalam grafik dibawah.
Bila pada tahun 2000 harga yang disesuaikan dengan inflasi mencapai 4.6 kali harga riilnya; pada tahun ini – harga teoritis yang disesuaikan dengan inflasi hanya 1.7 kali harga riil. Artinya harga emas dunia dalam US$ saat ini sedang menuju angka wajarnya.
Barang-barang lain yang ada di pasar pada umumnya mengikuti harga yang wajar yang disesuaikan dengan tingkat inflasi tersebut. Misalnya baju yang pada tahun 1980 harganya US$ 5 ; saat ini setelah disesuaikan dengan tingkat inflasi harga yang wajarnya menjadi US$ 13.10
Anda bisa ‘bermain-main’ sendiri dengan kewajaran harga dengan pendekatan Inflation Adjusted Price ini karena United States Department of Labor telah menyediakan calculator seperti gambar di atas untuk menghitung harga suatu barang berdasarkan tingkat inflasi US$.
Perhitungan Bloomberg dengan menggunakan calculator yang sama menghasilkan angka tertinggi yang jauh lebih tinggi dari perhitungan saya tersebut diatas – yaitu US$ 2,287/oz ; ini karena mereka mengambil angka tertinggi untuk tahun 1980 yang dijadikan tahun rujukan – sedangkan saya menggunakan angka rata-rata untuk tahun tersebut.
Sekali lagi ini hanya prediksi statistik – yang terjadi di pasar bisa saja berbeda karena berbagai faktor yang tidak hanya faktor ekonomi, kepentingan corporatocracy ikut bermain dan untuk harga dalam Rupiah, nilai tukar Rupiah tentu saja sangat ikut berperan. Wa allahu A’lam. |
| DENGAN SYARI'AH EMAS, DUNIA AKAN BISA 8.7 KALI LEBIH MAKMUR ...! Written by Muhaimin Iqbal |
Dalam sebuah siaran televisi Business News Network (BNN) beberapa hari lalu, Trace Mayer – seorang financial bloggeryang cerdas dari Canada memberikan uraian menarik tentang struktur kekayaan di seluruh dunia saat ini. Dia menggambarkan struktur kekayaan ini membentuk piramida terbalik seperti pada ilustrasi disamping.
Paling atas adalah kekayaan ‘paling palsu’ yang menggelembung dalam berbagai bentuk derivatives, nilainya mencapai sekitar US$ 1,600 Trilyun (Seribu Enam Ratus Trilyun US Dollars !). Dibawahnya sedikit lebih baik dari ini adalah berbagai asset dalam bentuk real estate dan non–monetary commodities, jumlahnya hanya sekitar 8 % dari asset yang di gelembungkan tersebut diatas atau sekitar US$ 125 Trilyun.
Yang ketiga adalah hutang yang ada jaminannya dan saham, nilainya hanya US$ 100 Trilyun . Yang keempat adalah uang dalam arti luas dalam bentuk obligasi pemerintah, treasury bills dlsb.; nilainya sebesar kurang lebih US$ 65 Trilyun. Yang kelima adalah uang kertas dalam bentuk fisik seperti US$ Yen , Euro, Rupiah dst.; nilainya hanya sekitar US$ 4 Trilyun.
Yang terakhir adalah kekayaan yang sesungguhnya yaitu berupa emas dan perak yang nilainya dperkirakan hanya sekitar US$ 4 Trilyun, atau hanya 0.25% dari kekayaan yang paling atas (derivatives).
Struktur ini digambarkan sebagai piramida yang terbalik oleh Trace Mayer, untuk mengisyaratkan betapa labilnya ekonomi dunia saat ini. Kekayaan yang paling atas adalah yang paling tidak aman, semakin kebawah semakin aman.
Seperti grafitasi bumi yang menarik benda-benda jatuh kebawah, maka setiap kali pemegang asset merasa tidak nyaman dengan asset-nya - maka dia akan mencari pelarian ke asset yang lebih aman dibawahnya.
Investor yang sudah tidak nyaman dengan derivatives akan pindah ke real estate dan sejenisnya; kemudian tidak nyaman lagi akan pindah ke securitized debt dan stocks, tidak nyaman lagi akan pindah ke obligasi pemerintah dan sejenisnya; tidak nyaman lagi akan memilih memegang uang saja; dan tidak nyaman lagi akhirnya akan berburu emas dan perak.
Karena emas dan perak jumlahnya terbatas dan tidak bisa digelembungkan seperti pada asset-aset diatasnya, maka apa yang akan terjadi ? hukum permintaan dan penawaran yang akan berlaku. Ketika permintaan melebihi penawaran, harga pasti naik.
Lantas dengan emas yang nilainya hanya sekitar US$ 4 trilyun atau 0.25 % dari seluruh asset derivatives dunia; apakah emas akan cukup untuk memutar ekonomi dunia ? jawabannya adalah sangat-sangat cukup !. Berikut perhitungannya :
Total seluruh Gross Domestic Product (GDP) dunia saat ini ‘hanya’ sekitar US$ 55 Trilyun; jadi jelas tidak memerlukanderivates yang nilainya US$ 1,600 Trilyun untuk menghasilkan GDP yang nilainya hanya US$ 55 Trilyun ini. Tetapi emas yang diam atau disimpan saja, nilainya cuma US$ 4 Trilyun, jadi tidak cukup juga untuk menghasilkan GDP yang US$ 55 Trilyun.
Itulah sebabnya dalam Islam, emas tidak boleh ditimbun, tidak boleh digunakan untuk perhiasan laki-laki, tidak boleh untuk tempat makan dan minum – agar dia beredar untuk digunakan sebagai uang. Contoh yang diberikan dalam suatu hadits Rasulullah SAW, perputaran harta yang banyak ini adalah hanya dalam waktu 3 hari.
Jadi emas yang ada di dunia senilai US$ 4 Trilyun, bila berputar sebagai uang dengan kecepatan berputar 3 hari sekali, maka potensi nilai ekonomi yang diputarnya akan mencapai US$ 480 Triyun atau sekitar 8.7 kali dari total GDP seluruh dunia saat ini. !.
Artinya apa ini semua ?; dengan menggunakan emas sebagai uang, kemudian penggunaannya mengikuti tuntunan syariah – maka dunia bisa 8.7 kali lebih makmur dari dunia yang sekarang. Wa Allahu A’lam. |
Archive
-
►
2011
(3)
- ► Juni 5 - Juni 12 (1)
- ► Mei 1 - Mei 8 (1)
- ► Maret 6 - Maret 13 (1)
-
►
2010
(23)
- ► Juli 11 - Juli 18 (3)
- ► April 11 - April 18 (2)
-
►
2009
(54)
- ► Juli 5 - Juli 12 (1)