| TINGGALKAN DOLLAR SELAGI SEMPAT ...! Written by Muhaimin Iqbal |
Dalam tulisan saya tanggal 6 Oktober lalu, saya sudah ungkapkan bahwa Rupiah-pun lebih perkasa dari US Dollar dalam setahun terakhir. Pelemahan US$ ini dapat kita ikuti terus di dashboard GeraiDinar.Com secara real-time , yang pada saat artikel ini saya tulis mengindikasikan US$ Index berada pada angka 75.86.
Ironinya bahwa melemahnya US$ ini bukan sesuatu yang tidak wajar, ini justru yang wajar – maka dari itu US$ pada tingkat index tersebut diatas, di indikator Geraidinar.com ditunjukkan oleh jarum yang berada di zone biru. Ketika US$ Index menujukkan angka yang tinggi beberapa bulan lalu, dia berada di zone merah – atau dalam kondisi yang tidak wajar.
Mengapa kondisi wajarnya US$ lemah dan akan terus melemah terhadap mata uang-mata uang besar dunia ?. Berikut beberapa alasannya diantara sekian banyak alasan lainnya.
Deficit spending, bailout, quantitative easing, stimulus, zero interest rate dan corporate scandals adalah kata-kata yang popular menghiasi ekonomi Amerika saat ini; semua kata-kata ini mendorong US$ turun dan tidak mendorongnya naik.
Dari tahun ketahun berbagai tingkat pejabat tinggi Amerika sampai presidennya sendiri riwa-riwi ke China; Apa misinya ?; menurunkan defisit perdagangan Amerika terhadap China. Dengan apa defisit ini diturunkan ?, dengan menurunkan daya saing produk-produk China di Amerika ?. dengan apa daya saing China di Amerika bisa turun ?, kalau produk China terasa mahal oleh penduduk Amerika; ini berarti demi kepentingan bangsa Amerika sendiri US$ harus terus melemah terhadap Renminbi China !.
Bukan hanya terhadap Renminbi saja US$ akan terus melemah; terhadap berbagai mata uang kuat lainnya seperti Euro, Yen, Aussie Dollar dlsb.; mata uang US$ akan melemah – demi penyelamatan ekonomi negeri itu dari defisit neraca perdagangan yang mulai tidak tertahankan lagi sejak krisis finansial melanda dua tahun terakhir.
Bagaimana agar kita tidak ikut menjadi korban dari terus melemahnya US$ ?, ya jangan gunakan US$ dalam berbagai bentuk investasi kita baik itu berupa tabungan, deposito, dana pensiun, asuransi dan berbagai investasi lain yang menggunakan US$ dalam unit of account-nya.
Dalam skala negara-pun hal ini patut dipikirkan secara serius. Betapa runyamnya ketergantungan terhadap US$ ini bila diteruskan dapat kita lihat dari illustrasi berikut : Pada akhir September 2008 lalu cadangan devisa kita mencapai US$ 57.108 Milyar ; pada akhir September 2009 cadangan devisa ini menjadi US$ 62.287 Milyar. Tambah kayakah kita ?; kalau dilihat dari angka cadangan devisa dalam US$ ini iya karena cadangan devisa kita naik kurang lebih 9 % setahun terakhir ini.
Masalahnya adalah US$ - nya sendiri bila diukur dengan unit account yang baku sepanjang zaman yaitu emas – setahun terakhir mengalami penurunan sekitar 22 %; karena emas dalam US$ mengalami kenaikan harga sekitar 28 % pada periode yang sama. Jadi bila dihitung dengan timbangan yang baku emas, cadangan devisa kita sejatinya mengalami penurunan sekitar 15% selama setahun terakhir !. Mana yang kita lebih percayai ?, asset kita ditimbang dengan US$ yang terus menyusut seperti dalam illustrasi grafik diatas, atau ditimbang dengan timbangan yang baku emas/Dinar ? tentu saya lebih percaya pada yang terakhir ini.
Dengan fenomena terus menurnnya US$ (sebenarnya juga seluruh mata uang kertas lainnya ) ini, lantas apakah kita rame-rame menumpuk emas atau Dinar ?; tidak juga !. Karena emas atau Dinar sebagai investasi hanya nomor dua setelah sektor riil meskipun dia nomor satu sebagai unit of account (timbangan) maupun sebagai store of value(penyimpan nilai – agar tidak susut seperti uang kertas).
Yang terbaik bagi kita semua adalah kalau kita bisa menggerakkan sektor riil dengan perdagangan yang riil. Sebagai contoh Dinar yang harga nya kurang lebih setara dengan seekor kambing ukuran sedang sepanjang zaman, menyimpan Dinar tidak lebih baik dari memelihara kambing.
Satu Dinar Anda akan tetap satu Dinar setahun yang akan datang ( meskipun dalam Rupiah atau Dollar bisa jadi nilainya sudah 30% lebih tinggi saat itu !), tetapi satu ekor kambing Anda insyaallah bisa jadi dua kambing ( atau satu setengah setelah dipotong ongkos pelihara !) tahun depan…..
Jadi urutan terbaiknya adalah ‘pelihara kambing’ (merepresentasikan sektor riil), kalau karena satu dan lain hal belum bisa ‘pelihara kambing’ baru pertahankan asset Anda dalam satuan emas atau Dinar…agar tidak ikut tenggelam bersamaan dengan tenggelamnya mata uang US$ dan berbagai mata uang kertas lainnya. Wa Allahu A’lam. |
GRAFIK PERGERAKAN HARGA DINAR
Jumat, 16 Oktober 2009
Selasa, 06 Oktober 2009
| KETIKA RUPIAH LEBIH PERKASA KETIMBANG US DOLLAR... Written by Muhaimin Iqbal |
Setahun terakhir nasib Dollar Amerika benar-benar runyam; bahkan uang Rupiah kita yang sering jadi ledekan teman-teman di luar karena banyaknya nol – pun lebih perkasa ketimbang US$ dalam dua belas bulan ini.
Dari mana kita bisa mengukur keperkasaan uang ini secara akurat ?; dengan apalagi kalau tidak dengan emas yang sering saya sebut sebagai uang yang adil sepanjang zaman dengan tingkat inflasi rata-rata nol % sepanjang 1400 tahun lebih.
Akhir Oktober tahun lalu (2008) harga emas internasional sesuai data Kitco adalah US$ 730.75/ Oz; pada saat analisa ini saya buat (awal Oktober 2009) harga emas internasional berada pada kisaran US$ 1005/ oz. Artinya pada setahun terakhir ini harga emas dalam US$ mengalami kenaikan sampai 37.5%; atau US$ mengalami penurunan 27% dibandingkan alat ukur baku yaitu emas. Kok berbeda antara angka kenaikan (appresiasi) ini dengan angka penurunan (depresiasi ) ?, ya iyalah…karena dari angka 10 ke 11 menunjukkan kenaikan 10%.. tetapi dari 11 ke 10 akan menunjukkan penurunan 9 %.
Bandingkan dengan Rupiah pada periode yang sama; harga emas hanya naik 20.5% sejak akhir oktober tahun 2008 sampai analisa ini dibuat. Atau Rupiah hanya mengalami penurunan nilai sebesar 17%.
Situasi Rupiah bergerak secara lebih perkasa untuk periode yang relatif panjang (1 tahun ) ini adalah situasi yang tidak biasa. Karena pada umumnya uang dari Negara yang lebih besar (ukuran ekonomi-nya) akan cenderung lebih stabil; selain lebih sulit dipermainkan nilainya oleh spekulan ketimbang uang dari negara yang lebih kecil, juga cadangan mereka tentu jauh lebih besar sehingga seharusnya mampu meredam gejolak mata uang di pasar.
Meskipun Rupiah jauh lebih perkasa dibandingkan US$ setahun terakhir tersebut; saya tetap tidak menganjurkan uang Rupiah Anda idle terlalu lama. Mengapa ?
Pertama US$ bisa kembali ke jalur ‘normal’-nya kapan saja, kalau ini terjadi US$ menguat – Rupiah akan kembali ‘kelihatan’ lemah.
Kedua, se perkasa-perkasanya Rupiah – terhadap ukuran yang baku emas, Rupiah masih mengalami penurunan nilai 17% setahun terakhir. Padahal kalau uang Anda depositokan saja, bagi hasil bersih terbaiknya kurang lebih hanya di kisaran 8 % sekarang; kalah dengan penyusutan nilainya bukan ?.
Lantas ‘diapakan’ uang Anda sebaiknya ?; investasi sektor riil tetap pilihan yang paling baik bila Anda bisa mengelolanya dengan baik – inilah mengapa fokus program Gerakan Dinar juga diarahkan untuk menggerakkan sektor riil ini kedepannya.
Bila investasi sector riil yang dijalankan dengan baik ini belum bisa dilaksanakan, mempertahankan uang Anda dalam bentuk Dinar adalah pilihannya karena nilai daya belinya yang bertahan sepanjang zaman – tidak mengalami penurunan seperti yang di alami oleh US$ dan Rupiah tersebut diatas. Wa Allahu A’lam. |
| MERDEKA DARI PENJAJAHAN EKONOMI, HOW ? Written by Muhaimin Iqbal |
"Sungguh Allah mengutus kami, agar kami memerdekakan manusia dari mengabdikan diri pada sesama manusia kepada mengabdikan diri kepada Allah, dari kezaliman agama (diluar Islam) kepada keadilan Islam dan dari kesempitan dunia kepada keluasan dunia dan akhirat."Rub’i bin Amir
“Those concerned about such things as freedom, justice, the preservation of property rights and purchasing power, would do well to consider the moral case for the gold standard, for, once understood, it is the individual’s best defense against government confiscation of property through inflation. The point, is that like freedom, it is the ideal. And like freedom, while achieving it may be a distant goal, moving toward it is always the direction we should be moving.” Paul Nathan
Perhatikan dua pernyataan diatas, yang pertama adalah kata-kata legendaries yang muncul dari seorang prajurit Islam Rub’i bin Amir dihadapan panglima perang Persia – Rustum ; dan yang kedua adalah statement dari analis senior emas dunia Paul Nathan yang mengungkapkan kerinduannya akan kemerdekaan ekonomi dengan standar emas.
Dua orang yang tentu sangat berbeda dari sisi keimanan, dari sisi jaman dan dari sisi latar belakang – kesamaannya hanya satu : keinginan untuk merdeka dari mengabdikan diri pada sesama manusia. Dan ini juga menjadi keinginan kita semua. Hanya dengan merdeka dari pengabdian ke sesama manusia kita bisa sepenuhnya mengabdikan diri pada Allah semata.
Karena bukan seorang Muslim, Paul Nathan mungkin tidak punya tujuan untuk mengabdi kepada Sang Pencipta; tetapi tetap saja dia sebagai manusia – tidak mau dijajah. Hak azazi dia mendorong dia berontak (secara pemikiran) dari penjajahan yang dia rasakan; siapa penjajah yang dia maksud ? – ternyata rezim uang kertas lah penjajah itu.Pemberontakan Paul Nathan terhadap uang kertas ini dapat Anda baca secara lengkap di kolomnya di kitco.com akhir pekan lalu.
Dalam tulisannya yang panjang tersebut, Paul Nathan menjelaskan bahwa mereka harus menggunakan uang kertas (uang fiat yang non-convertible to gold) karena di paksa (forced) dan dipojokkan (conned). Warga Amerika dipaksa menggunakan uang kertas US$, dan dipojokkan dengan argumen bahwa uang yang berupa komoditi riil sudah kuno (old-fashioned) dan tidak praktis (impractical) lagi untuk digunakan di jaman ini.
Masih menurut Paul; uang bagi orang merdeka dan paling dipercaya oleh manusia sepanjang sejarah adalah emas. Pertama karena emas selalu dapat ditukar ke commodity lain kapan dan dimana saja, kedua emas memiliki nilai tukar yang stabil dan ketiga emas dapat menyimpan nilai (store of value) dalam waktu yang panjang tanpa mengalami penyusutan nilai.
Pemberontakan pemikiran semacam pemikiran Paul ini adalah bersifat Fitrah, bisa datang dari latar belakang apapun – karena hakekatnya semua orang ingin merdeka; hanya sebagian orang kadang tidak merasa dijajah sehingga tidak perlu merasa harus berjuang untuk merdeka. Sebagian lain malah menikmati system penjajahan, karena mereka-mereka ini mendapatkan manfaat langsung dari si penjajah.
Lantas siapa yang menjajah Paul dan bangsanya Bangsa Amerika ?, siapa pula yang menjajah kita dan bangsa kita ini ?. Ingat bahwa yang menjajah Indonesia empat abad silam juga bukan negeri Belanda, tetapi ‘hanya’ sebuah perusahan dari negeri tersebut yang namanya Vereenigde Oost indische Compagnie (Perserikatan Perusahaan Hindia Timur) atau VOC.
Kini perusahaan-perusahaan raksasa semacam VOC tersebut dalam berbagai bentuk dan namanya, telah berkolaborasi dengan institusi-institusi global yang kemudian ada yang menyebutnya dengan istilah corporatocracy – menjajah bangsa-bangsa di seluruh dunia – tanpa sebagian besar mereka merasa terjajah (sehingga tidak berontak).
Bukan hanya system uang fiat – yang nilainya bisa mereka permainkan sesuai kepentingan mereka - yang mereka kendalikan , tetapi juga system perdagangan, distribusi bahkan sampai mereka bisa mengendalikan dan mengubah menu utama makanan suatu bangsa. Bangsa kita contohnya, waktu SD saya belajar bahwa makanan pokok kita adalah nasi dari beras, jagung, tiwul/gaplek (ketela), sagu dlsb.; tetapi kini menu utama makanan kita adalah mie instant yang bahannya harus kita impor dari para corporatocracy tersebut – sampai menjadi defisit impor bahan pangan terbesar dinegeri ini ! Jadi untuk merdeka secara ekonomi; bukan hanya system uang yang harus kita perjuangkan untuk kembali ke system yang adil yang memerdekan manusia; tetapi juga berbagai aspek dari penjajahan ekonomi lainnya seperti yang saya contohkan diatas.
Itulah sebabnya gerakan Dinar yang sudah kita rintis dua tahun terakhir, kini juga bergerak ke aspek-aspek produksi dengan GeMa Produktif, aspek distribusi dengan merintis penjualan langsung dari masyarakat ke masyarakat dengan system Direct1st® dan berbagai aspek lainnya kedepan.
Kalau dahulu para pendahulu kita perlu berjuang 350 tahun untuk merdeka dari jajahan VOC, Wa Allahu A’lam berapa lama kita akan bisa merdeka dari jajahan corporatocracy nan sangat canggih dewasa ini. Namun berapa jauh-pun kemerdekaan itu jaraknya dari posisi kita sekarang, langkah kesana harus ada yang mulai…entah di jaman kita, entah anak kita, entah cucu kita…tetapi insyallah kita akan Merdeka… Merdeka …Merdeka…!. |
| PRODUCTIVITY AGENT: MAKMUR BERSAMA TETANGGA... Written by Muhaimin Iqbal |
Dari Aisyah Radhiyallahu 'anha berkata : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. "Artinya : Jibril terus menerus berwasiat kepadaku untuk berbuat baik terhadap tetangga, sampai-sampai aku mengira dia akan menjadikannya sebagai ahli waris". Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6014) dan Muslim (2624).
Keindahan Islam akan terasa semakin indah bila setiap detil ajaran agama ini bisa kita implementasikan/amalkan dalam berbagai kehidupan sehari-hari. Dalam hidup bertetangga sehari-hari misalnya, di hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mewasiatkan secara terus menerus (untuk menekankan keseriusan) agar kita berbuat baik kepada tetangga.
Dalam hadits lain dari Anas Radhiyallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda "Artinya : Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, tidaklah seorang hamba itu beriman, sehingga dia mencintai tetangganya -atau berkata : saudaranya- sebagaimana dia mencintai dirinya". Juga ada hadits lain lagi yag artinya “Tidaklah disebut mukmin orang yang kenyang sedangkan tetangga di sampingnya kelaparan".
Menurut jumhur ulama, dalam Islam yang disebut tetangga adalah tetangga dalam radius 40 rumah (ke kanan, kiri, depan dan belakang) atau berarti 160 rumah sekitar kita.
Di jaman yang sangat individualistik sekarang, mungkinkah kita bisa tahu kalau tetangga kanan kita rumah yang ke 25 misalnya kelaparan ?. Jangankan rumah yang ke 25, tiga rumah di kanan kiri kita-pun mungkin kita tdak tahu.
Lantas di jaman seperti ini kewajiban kita terhadap tetangga agar mereka tidak kelaparan apakah gugur ?; tentu tidak !. Sebagai agama akhir jaman, semua ajaran ini akan tetap valid sampai hari kiamat….termasuk berbuat baik dan mencegah kelaparan di lingkungan tetangga kita seperti dalam hadits diatas.
Lantas bagaimana caranya kita bisa berbuat baik dan melayani tetangga dalam radius 40 rumah di jaman yang sangat individualistik ini ?. System yang efektif yang di jalankan oleh orang orang yang memiliki motivasi yang benar dan driveyang memadai dalam dirinya – insyallah akan bisa membantu mengimplementasikan ajaran ini.
Waktu masih di industri asuransi beberapa tahun silam, saya pernah belajar dari salah satu perusahaan asuransi terbesar di dunia yang memiliki jaringan agen yang sangat efektif di lingkungan tetangga, mereka menyebutnya Partner in Neighborhood. Tugas mereka mengolah seluruh potensi asuransi di lingkungan tetangga, memasarkan produk yang tepat untuk mereka dan melayani mereka untuk segala permasalahan asuransi yang mereka hadapi. Dari program Partner in Neighborhood yang berjalan secara efektif inilah perusahaan tersebut menjadi sangat besar – bahkan konon dana premi yang dikumpulkannya setiap tahun setara dengan GDP salah satu negara kecil di dunia !.
Pelajaran yang bisa kita petik adalah, mereka ini tidak memiliki ajaran yang indah untuk melayani tetangga seperti yang kita umat Islam punya. Mereka juga tidak memiliki motif yang luhur untuk berbuat baik terhadap tetangga, motif mereka ya jualan asuransi itu tadi. Yang mereka miliki hanya system yang dijalankan dengan disiplin sehingga bisa efektif.
Kita memiliki ajaran yang sangat baik untuk melayani tetangga ini; kita juga memiliki motif yang luhur yaitu pingin bisa masuk kedalam kelompok orang yang disebut ‘mukmin’ dalam hadits tersebut diatas. Yang kita perlukan sekarang adalah tinggal men-develop system yang efektif untuk neighborhood management atau pengelolaan tetangga ini.
Saat ini kami sedang mengembangkan system yang kami beri nama Direct1st® untuk menunjang program GeMa Produktif yang kami mulai perkenalkan dalam tulisan sebelumnya. Sengaja kami beri nama kebarat-baratan, agar mudah diterima di pasar yang lebih luas. Disamping itu juga untuk membedakan dengan jelas antara system Direct1st® ini dengan system Multi Level Marketing (MLM) yang sekarang banyak beredar di masyarakat.
Tiga perbedaan yang sangat mendasar antara system Direct1st® dengan MLM tersebut adalah:
Pertama semua agen dari Direct1st® yang selanjutnya kita sebut Productvity Agent (PA) adalah Direct and First contactdari kita yang mengelola system ini; tidak ada layer lain antara kita dengan para agen kita. Dengan demikian jalur distribusi produk berupa barang atau jasa sampai ke tangan pengguna menjadi sangat dekat, produk akan murah – lebih murah dari yang ada di minimarket atau super market.
Dalam system MLM sesuai dengan namanya; Agen MLM yang menjual produk sampai ke tangan konsumen adalah sudah agen level ke sekian dari perusahaan yang mengelolanya. Panjangnya jalur membuat banyaknya level yang harus kebagian jatah, sehingga produk MLM akan cenderung lebih mahal dari harga yang seharusnya. Itulah sebabnya sangat jarang kita bisa jumpai produk MLM yang juga available di toko biasa misalnya – karena kalau ada di toko – jalur toko ini kemungkinan besar akan masih lebih murah.
Perbedaan kedua terletak pada aliran produk. Dalam system MLM, produk yang dipasarkan adalah hanya produk perusahaan MLM atau vendor-vendornya. Agen MLM pada umumnya hanya menjual produk yang disediakan perusahaan tersebut. Dalam system Direct1st® PA tidak hanya menjual produk; PA juga dapat memperkenalkan produk-produk mereka kedalam system Direct1st® sehingga produk tersebut ikut dijual oleh ribuan PA lainnya. MLM menerapkan jalur distribusi produk satu arah, sebaliknya Direct1st® memiliki dua arah jalur distribusi.
Perbedaan ketiga terletak pada motif. Dalam MLM motif utama adalah menjual produk berupa barang atau jasa. Dalam system Direct1st® motif utama kita adalah berbuat baik kepada tetangga agar kita bisa masuk golongan ‘mukmin’; balasan atas kebaikan kita tidak harus dari tetangga yang kepadanya kita berbuat baik tersebut, balasan bisa dari mana saja – berbagai jalan yang diberikan Allah Yang Maha Kaya untuk membalas kebaikan kita sesuai janjinya Hal Jaza ul Ihsan Illal Ihsan, tidak ada balasan atas kebaikan selain kebaikan pula.
Lantas apa kaitannya system Direct1st® dengan kewajiban kita mencegah adanya tetangga yang kelaparan ?. Dengan system pemasaran baru Direct1st® seorang agen PA dapat mendorong tetangganya yang berpotensi (dia toh diwajibkan agama untuk melayani 160 tetangganya !) untuk bisa memproduksi sesuatu yang baik.
Selama ini kalau kita bisa mengajari ketrampilan ke tetangga-tetangga kampung kita untuk memproduksi sesuatu, problem utamanya pemasaran bukan ?. Nah problem utama pemasaran inilah yang kita insyaallah akan solve dengan jalur pemasaran yang efektif yang kita sebut Direct1st® ini.
Dari pasar yang efektif inilah kemakmuran insyallah bisa merata; inilah sebabnya marketing tagline program ini seperti yang ada di logo diatas kita sebut First in Wealth Distribution…insyallah kita bisa menyebarkan kemakmuran disekitar kita, insyallah kita bisa makmur bersama tetangga…Insyaallah.
Catatan : Pendaftaran untuk menjadi Productivity Agent ini menunggu system yang kami kembangkan siap, nantinya akan bisa mendaftar di http://www.direct1st.com. Agen-agen GeraiDinar karena sudah terseleksi sebelumnya, insyallah bisa otomatis jadi Productivity Agent ini. |
Kamis, 01 Oktober 2009
| MUSIBAH TERJADI LAGI: WAKTUNYA UNTUK BERISTIGHFAR DAN TERUS BERISTIGHFAR... Written by Muhaimin Iqbal |
“Sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mengadakan makar, maka Allah menghancurkan rumah-rumah mereka dari fondasinya, lalu atap (rumah itu) jatuh menimpa mereka dari atas, dan datanglah azab itu kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari”. (QS 16 :26)
“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun”. (QS 8 : 33)
Belum satu bulan negeri ini dikejutkan oleh gempa skala besar (7.3 skala Richter) di Tasikmalaya dan sekitarnya (02/09/09), kembali negeri ini diguncang oleh gempa yang tidak kalah dasyatnya ( 7.6 skala Richter) di Padang dan sekitarnya kemarin (30/09/09). Para ahli tentu dengan mudah bisa menjelaskan apa dan bagaimana gempa ini sehingga saya tidak perlu menguraikan tentang gempa ini sendiri.
Yang perlu kita renungkan secara sangat-sangat serius adalah mengapa sampai gempa dan berbagai musibah lain seolah tidak henti-hentinya menghujani negeri ini ?. Padahal tuntunan kita yang agung Al-Qur’an Al Karim telah memberikan formulanya untuk ini, baik mengenai penyebab maupun solusi untuk mengatasinya.
Beberapa jam setelah gempa semalam, saya ngobrol sampai larut dengan sahabat saya Dr. Adian Husaini dan beberapa teman lainnya membicarakan antara lain masalah gempa ini. Kesimpulan kita sederhana, kembali ke Al-Quran –lah jawabannya. Dua ayat tersebut diatas yang pertama menjelaskan mengapa gempa dan musibah lain menimpa kita; Ayat yang kedua menjelaskan bagaimana kita bisa menghindari musibah yang terus berulang ini.
Bila menurut Al-Qur’an gempa ditimpakan ke kaum yang melakukan makar kepada Allah, maka instrospeksinya adalah bangsa ini harus memahami ke-makaran apa yang telah dilakukan secara rame-rame ?. Makar artinya mengambil hak - makar kepada Allah artinya mengambil hak atau melawan Allah – berikut adalah contoh-contoh area yang perlu kita renungkan.
Allah melarang kita makan riba, bila kita terus melakukannya Allah dan RasulNya menyatakan perang kepada kita (QS 2 : 279). Porsi ekonomi syariah khususnya sektor keuangan di Indonesia masih sekitar 2.5%; lantas berarti ekonomi kita 97.5%-nya adalah Riba ?. Keimanan kita menyatakan bahwa kebenaran Al-Quran’an abadi, dan janji Allah pasti benarnya. Lantas bila kenyataannya dalam bidang finansial saja 97.5% kita memenuhi syarat untuk diperangi Allah dan RasulNya yang diancamkan dalam ayat tersebut, apakah Allah tidak akan melakukannya ?.
Belum lagi kalau kita masuk masalah-masalah hukum, kesusilaan, keadilan ekonomi, perlakuan terhadap orang miskin dan ekonomi lemah dlsb.dlsb.; maka kita akan dapati negeri ini penuh kemungkinan untuk mendapatkan azabnya.
Namun Allah juga Maha Pengasih, Maha Pengampun – kasih sayangNya jauh melebihi kemurkaanNya. Maka kita juga sangat besar kemungkinannya untuk tidak di azab bahkan juga diampuni, syaratnya kita mau mohon ampun atau beristigfar seperti yang di-resep-kan di ayat diatas.
Untuk bisa di-ampuni inipun Allah memberikan resep berikutnya dalam ayat berikut : “Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertobat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya); sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS 16 :119)
Mari kita bantu dengan sekuat tenaga saudara-saudara kita yang terkena musibah – yang bisa jadi timbul karena kesalahan kita semua, selanjutnya juga mari kita cegah timbulnya musibah-musibah lain dengan cara yang sudah ditunjukkanNya – yaitu banyak-banyak mohon ampun…Astagfirullah hal Adzim… Astagfirullah hal Adzim… Astagfirullah hal Adzim… |
Selasa, 29 September 2009
Senin, 28 September 2009
| APA YANG TERJADI DENGAN HARGA DINAR/EMAS...? Written by Muhaimin Iqbal |
| Monday, 28 September 2009 08:43 |
Hampir empat minggu sejak tulisan saya tentang pasar emas terakhir, saya pikir kini waktunya saya menulis kembali tentang perkembangan harga emas akhir-akhir ini. Agar agak panjang perspektif kita, saya akan tinjau sekilas harga emas dalam US$ dan harga Dinar dalam Rupiah dalam rentang waktu dua bulan sejak awal Agustus 2009.
Secara umum harga emas dalam US$, cenderung naik di bulan September seperti yang sudah diperkirakan dalam tulisan Musim Membeli Emas yang saya munculkan 31 Maret 2009 lalu.
Kompleks sekali memang penyebabnya, namun harga emas international dalam US$ tentu sangat terpengaruh oleh daya beli US$ itu sendiri. Ketika daya beli US$ menurun yang ditunjukkan oleh menurunnya US$ Index, maka harga emas dari kacamata US$ akan kelihatan naik. Perhatikan grafik disamping untuk ini, harga emas dalam US$ bergerak berlawanan arah dengan grafik US$ Index di latar belakang.
Akan halnya harga emas atau Dinar dalam Rupiah; selain faktor pergerakan harga emas international (dalam US$) ada satu faktor lagi yang ikut berperan – yaitu nilai tukar Rupiah itu sendiri. Bila nilai tukar Rupiah menguat, akan turun-lah harga emas/Dinar dalam Rupiah dan sebaliknya.
Beberapa pekan terakhir memang ada kecenderungan menguatnya nilai tukar Rupiah ini, sehingga efek kenaikan harga emas internasional terimbangi oleh penguatan Rupiah. Kalau dalam harga emas intenational (US$) emas naik sekitar 3% dalam dua bulan terakhir, dalam Rupiah emas/Dinar hanya naik sekitar 2 % pada periode yang sama. Hubungan antara harga emas, US$ dan Rupiah ini pernah saya munculkan dalam tulisan tanggal 23 November 2008 lalu.
Saya tentu berharap keperkasaan Rupiah ini bisa bertahan cukup lama, karena kalau Rupiah kembali melemah pada saat harga emas internasional cenderung tinggi seperti saat ini – harga Dinar akan menjadi mahal, hal ini bisa menghambat penyebar luasan Dinar di masyarakat.
Kalau tidak ada gejolak pelemahan Rupiah kembali - berdasarkan statistik yang saya sajikan di tulisan saya tanggal 3 Maret lalu - beberapa hari mendatang kita akan memasuki bulan Oktober yaitu bulan yang insyaallah baik untuk membeli emas/Dinar.
Namun saya juga terus mengingatkan bahwa investasi emas/Dinar tetap berpeluang rugi bila untuk orientasi jangka pendek (kurang dari enam bulan), semakin panjang rentang waktu investasi peluang rugi ini menjadi semakin kecil. Wa Allahu A’lam
|
Minggu, 27 September 2009
| KETIKA ALLAH MENGIRIMKAN MALAIKATNYA UNTUK MENYELESAIKAN URUSAN KITA... Written by Muhaimin Iqbal |
(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut". (QS 8:9)
Sebagai orang beriman kita semua yakin bahwa hidup mati kita, rizki kita, jodoh kita dan segala sesuatu yang terjadi ataupun yang tidak terjadi terhadap kita semua sudah tercatat disisinya sebelum Allah menciptakannya (QS 57:72); namun jarang kita merasakan kehadiranNya atau para malaikatNya ketika hal ini (suatu peristiwa) terjadi.
Dalam sejarah peperangan kaum muslimin dari sejak zaman nabi sampai yang terakhir terjadi di Gaza beberapa bulan lalu; banyak kita baca bahwa para mujahidin tersebut begitu nyatanya merasakan kehadiran Allah dan para malaikatNya membantu mereka memenangkan peperangan. Hal ini pun sebagian diceritakan langsung d Al-Qur'an seperti dalam surat Al Anfal : 9 tersebut diatas.
Selama krisis Gaza banyak pula diceritakan betapa para mujahidin Palestina merasakan langsung kehadiran Allah dan para malaikatNya membantu mereka memenangkan peperangan; diantaranya adalah cerita berlariannya tentara Yahudi karena mendengar gemuruh pasukan berkuda (padahal zaman sekarang tidak ada pasukan berkuda); ditundukkannya anjing-anjing pelacak Yahudi hanya dengan 'diajak omong' oleh pasukan Islam yang lagi menjulurkan kepalanya di permukaan tanah (badannya bersembunyi dalam tanah); lolosnya pengiriman senjata ke garis depan peperangan karena penjaga perbatasan diajak ngomong oleh seorang 'nenek' dlsb-dlsb.
Di saat kita tidak berharap ke sesuatu selain hanya kepadaNya, kehadiran Allah dan malaikat-malaikat yang dikirimkanNya ternyata juga dapat dirasakan oleh orang-orang awam seperti kita.
Semalam hal inipun dirasakan oleh keluarga besar GeraiDinar; ketika salah satu programmer yang membuat program grafik harga Dinar yang jadi rujukan andalan di Geraidinar.Com memerlukan 4 kantong donor darah A+ untuk persiapan operasinya. Di seluruh kantor PMI dan bank-bank darah di Jakarta habis persediaan darah di musim lebaran ini karena sepanjang Ramadhan sangat sedikit orang yang mendonorkan darahnya. Sampai menjelang tengah malam di kantor PMI Kramat kami tidak peroleh darah yang dibutuhkan satu kantong-pun, sehingga kami dengan lunglai memutuskan untuk pulang dengan harapan akan berusaha mencari kembali besuk pagi.
Sebelum sampai mobil, salah satu dari kami mendapatkan telepon bahwa "tetangga dari teman dari ponakan" bersedia menyumbangkan darah A+ malam itu juga. 'Malaikat' ini akan segera berangkat dari rumahnya diujung selatan Jakarta tengah malam itu juga, mengemudikan mobil sendiri untuk secepatnya sampat Kramat untuk mendonorkan darahnya kepada orang yang sebenarnya nggak ada hubungan sama sekali – recipient-nya hanya "om dari temen dari tetangganya".
Coba kita bayangkan pada diri kita, kebanyakan dari diri kita. Bersedia kah kita tengah malam dibangunin tetangga, untuk kemudian saat itu juga harus berangkat nyetir mobil sendiri dari pinggiran kota ke pusat kota untuk menyumbangkan darah kepada orang yang bahkan tidak kita kenal sama sekali ?. Kemungkinan besarnya kita tidak akan tergerak untuk melakukan hal ini; tetapi nyatanya ada orang-orang yang bisa melakukan hal ini - siapakah mereka ini ?; hanya Allah-lah yang bisa menggerakkan hati orang-orang semacam ini.
Orang-orang semacam ini adalah 'malaikat' dalam wujud manusia yang digerakkan oleh Allah untuk menolong menyelesaikan masalah kita. Bahkan kalau kita hayati dan rasakan, kita bisa selalu merasakan kehadiranNya pada saat kita membutuhkan. KehadiranNya ini juga bisa kita rasakan ketika Dia mengirim orang-orang yang jujur menjadi mitra bisnis kita, orang-orang yang sabar menjadi klien kita, orang-orang yang berilmu dan ikhlas menjadi guru-guru kita, teman-teman yang hanya mencintai kita karena Allah dlsb. dlsb.
Dr. Yusuf Qaradhawi mensarikan cara memperoleh pertolongan Allah pada saat kita membutuhkan dalam beberapa butir berikut:
· Pertolongan Allah hanya diberikan kepada pelaku yang benar-benar turun di lapangan untuk berjuang. (QS 8 :9) · Pertolongan Allah hanya diberikan kepada orang-orang yang menolong agamaNya. (QS 47:7) · Hamba yang ikhlas dan memurnikan ibadah kepadaNya (QS 10:22) · Hamba yang mensucikan diri dari mengkonsumsi segala hal yang diharamkanNya. (Hadits) · Hamba yang menderita. (QS 21 : 87-88) · Hamba yang terus berdo’a karena tidak tahu kapan do’anya akan dikabulkan – tidak tergesa-gesa. (Hadits).
Pekerjaan membangun ekonomi yang berkeadilan dan bebas riba di tengah arus kapitalisme global nan ribawi sungguh merupakan pekerjaan yang sangat besar, yang hanya bisa diselesaikan dengan kekuatan yang sangat besar - yang jelas diluar kemampuan kita manusia yang lemah ini. Namun karena yang akan menolong kita adalah Allah yang Maha Besar, maka insyallah tidak akan ada hal yang merintangi upaya kita untuk memujudkan berlakunya aturan syariah di bumi ini. Syaratnya ya itu tadi, kita harus berjuang untuk bisa menghadirkan pertolongan Allah dengan terjun langsung ke lapangan perjuangan (tidak cukup berwacana, berseminar dan berdebat), menolong agama Allah, ikhlas, mensucikan diri, bersedia menderita dan terus tidak berhenti berdo’a.
Semoga kekurangan kekurangan atas apa yang kita lakukan, Dia pula yang menyempurnakan karena Dia-lah yang Maha Sempurna…Amin. |
Archive
-
►
2011
(3)
- ► Juni 5 - Juni 12 (1)
- ► Mei 1 - Mei 8 (1)
- ► Maret 6 - Maret 13 (1)
-
►
2010
(23)
- ► Juli 11 - Juli 18 (3)
- ► April 11 - April 18 (2)
-
►
2009
(54)
- ► Juli 5 - Juli 12 (1)